TIMESINDONESIA, JAKARTA – Dukung-mendukung bakal calon presiden dan wakil presiden menghangat dalam beberapa bulan terakhir, meski perhelatan Pemilu 2024 masih jauh. Deklarasi demi deklarasi juga terus bermunculan di berbagai daerah terhadap calon tertentu. 
Terkait hal itu, pengamat politik USPolitica Uday Suhada mengingatkan agar tim calon maupun elit politik tidak memainkan isu politik identitas. Pasalnya, isu itu dikhawatirkan akan memecah belah persatuan yang sudah terbangun di masyarakat.
"Praktek politik identitas itu sangat berbahaya dan berpotensi memecah belah umat," terangnya kepada wartawan, Kamis 2 Juni 2022.
Uday menyinggung dukungan pencapresan terhadap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno di Serang, Banten, akhir Mei 2022 lalu. Dimana acara Ijtima Ulama Banten yang terdiri dari ulama, habib dan pemuda Islam mendeklarasikan dukungan ke Sandi.
Meski belakangan kemudian diluruskan  Ketua Umum Mathla'ul Anwar (MA) H Embay Mulya Syarief. Ia yang datang dalam acara tersebut membantah dirinya memberikan dukungan kepada Sandiaga Uno untuk menjadi calon presiden 2024. Sebab kehadirannya semata untuk memberikan tausyiah. 
"Pola yang dilakukan Sandiaga Uno beberapa waktu lalu di Banten justru menimbulkan keresahan di masyarakat,"  bebernya. 
Uday Suhada menyayangkan apa yang telah dilakukan oleh Sandiaga Uno, sebab usai kegiatan justru menimbulkan keresahan di masyarakat. Ditekankan jika kegiatan itu sangat jelas mengunakan politik identitas dengan memanfaatkan ulama dan tokoh agama di Banten untuk kepentingan politik. 
Uday mengatakan, politik identitas itu pendekatannya tidak kritis dan irasional, cenderung emosional, dan malah sangat berpotensi memecah belah umat. 
"Sudahilah berpolitik dengan cara yang justru akan mengurangi kualitas demokrasi. Memanfaatkan ulama Banten untuk kepentingan politik, ini sangat berbahaya," bebernya.
Uday mengingatkan kepada tim Sandi dan elit politik lain yang berhasrat maju di Pilpres 2024 untuk tidak membuat gaduh dan resah masyarakat di Banten.
"Janganlah bikin gaduh di Banten. Sebab sekarang umat Islam di Banten menjadi resah akibat ijtima sebagian ulama Banten yang dimobilisasi itu," tegas Uday. (*)
**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.
10/11/2021 – 09:39
Copyright 2014 – 2022 TIMES Indonesia. All Rights Reserved.
Page rendered in 0.5528 seconds. Running in Unknown Platform

source