TIMESINDONESIA, GARUT – Peringatan Hari Lingkungan Hidup menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap penanganan sampah. Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan persoalan sampah selama ini selalu menjadi masalah di daerah.
"Sampah menjadi persoalan pelik karena dihasilkan setiap hari dan masyarakat belum memberikan perhatian yang luar biasa terhadap pengelolaannya," kata Rudy Gunawan, pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup, di Alun-alun Garut, Minggu (5/6/2022). 
Ia memaparkan pemerintah saat ini memiliki gerakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), di mana salah satu yang menjadi fokus adalah pengelolaan sampah rumah tangga. Namun, lanjutnya, gerakan ini belum dapat berhasil dalam pengelolaan sampah di masyarakat.
"Ada lima tatanan STBM, yakni mencuci tangan pakai sabun, tidak buang air besar sembarangan, mencuci makanan minuman dengan air mengalir dan bersih, serta mengelola sampah rumah tangga dan limbah rumah tangga," ucapnya.
Bupati menegaskan, pengelolaan sampah rumah tangga ini menjadi perhatian pemerintah daerah dengan melibatkan stakeholder mulai dari tingkat RW. Rudy Gunawan berjanji akan mengadakan politik anggaran di tahun 2024 terkait pengelolaan sampah.
Rudy-Gunawan-b.jpg
"Pengelolaan sampah rumah tangga menjadi bagian penting sehingga kader PKK, posyandu, kader dari puskesmas, RW, RT, Kadus, dan juga kepala desa dan lurah bisa memberikan edukasi terhadap pengelolaan sampah rumah tangga," ujarnya.
Sementara itu, Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Madya DLH Jawa Barat, Nita Nilawati Walla, menerangkan, peringatan hari lingkungan hidup ke-50 ini juga diperingati secara internasional dengan tema "Satu Bumi Untuk Masa Depan". 
Nita mengatakan, salah satu yang digalakan dalam peringatan ini adalah mengurangi sampah plastik. Ia menyampaikan, pengurangan sampah plastik bisa melalui kembali kepada kearifan lokal dengan menggunakan kantong atau alat yang bisa digunakan berkali-kali.
"Ini salah satu yang harus kita gerakkan kembali. Jadi hari ini harapannya masyarakat Garut bisa mulai mengurangi jumlah sampah di rumahnya, yaitu dengan gaya hidup tidak lagi menggunakan plastik," ujar Nita. 
Pada peringatan tersebut, pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut, berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat (Jabar), menggelar sosialisi melestarikan alam, serta edukasi biokonversi sampah organik. Komunitas pecinta alam dan mahasiswa dari berbagai kampus turut mewarnai kegiatan ini. (*)
**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.
10/11/2021 – 09:39
Copyright 2014 – 2022 TIMES Indonesia. All Rights Reserved.
Page rendered in 1.4086 seconds. Running in Unknown Platform

source