TIMESINDONESIA, MALANG – Bertepatan di momen hari lahir Pancasila, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama ratusan Muslimat NU Kabupaten Malang, berupaya memaknai kembali hubungan Islam dan Pancasila.
Bertempat di Gedung Unisma Malang, Khofifah menyampaikan bahwa para kader muslimat membacakan lagi deklarasi hasil Keputusan Alim Ulama Tahun 1983 yang bermakna sejarah hubungan Islam dan Pancasila.
Gubernur-Jatim-Khofifah-b.jpg
"Ini adalah agama yang mayoritas dianut bangsa Indonesia, warga Jawa Timur adalah Islam. Oleh karena itu, tadi kader muslimat membacakan kembali deklarasinya. Jadi banyak pemahanan hubungan antara Islam dan Pancasila," ujar Khofifah, Rabu (1/6/2022).
Pada momen ini, tentu harapan Khofifah khususnya kepada muslimat NU untuk bisa terus mengemban tugas dan bertanggungjawab dalam membangun kehidupan dengan ruang moderasi, ruang toleransi, saling menghargai dan menghormati.
"Kita NU punya basis yang dijadikan referensi antar warga NU. Harapannya warga islam di seluruh Indonesia sesuai dengan 5 item keputusan Munas Alim Ulama di Desember 1983," bebernya.
Gubernur-Jatim-Khofifah-c.jpg
Tentu, di momen ini, menurut Khofifah lebih baik jika seluruh umat NU bisa me-remind kembali bagaimana hubungan Islam dan Pancasila tersebut.
Dalam hal ini, Khofifah menjabatkan bagaimana Pilar PBNU bisa bermakna besar bagi bangsa dan negara Indonesia ini.
"Di Indonesia pilarnya PBNU itu, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945. Jadi selagi empat itu disosialisasikan dan diimplementasikan oleh seluruh warga NU, saya rasa itu basis dalam mengawal NKRI," pungkas Gubernur Jatim Khofifah.(*)
**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.
10/11/2021 – 09:39
Copyright 2014 – 2022 TIMES Indonesia. All Rights Reserved.
Page rendered in 0.2024 seconds. Running in Unknown Platform

source