Monday, 21 Zulqaidah 1443 / 20 June 2022
Monday, 21 Zulqaidah 1443 / 20 June 2022
Ahad 19 Jun 2022 22:08 WIB
Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi siswa madrasah. Pemerintah diminta untuk juga memperhatikan kesejahteraan guru madrasah
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Umum Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI), Syamsuddin, menyampaikan, kesejahteraan guru madrasah dan profesionalitas mereka berbanding lurus. Menurutnya, seorang guru madrasah bisa bergerak secara profesional jika kesejahteraannya memadai.
“Guru madrasah (saat ini) mesti mencari tambahan di luar, bisa jadi tukang ojek, dan sampingan lainnya. Akhirnya perhatian dan fokus ke madrasah pasti terbagi. Pada umumnya guru seperti itu. Kalau di madrasah swasta, itu kalau tidak cukup (upahnya) ya cari tambahan lagi, saya tahu persis. Latar belakang saya mendirikan PGMI itu untuk berjuang karena kasihan mereka itu,” kata Syamsuddin, yang terdengar isak-tangisnya saat bercerita kehidupan para guru madrasah kepada Republika.co.id, Ahad (19/6/2022).
Syamsuddin melanjutkan, tentu berbahaya kalau sumber daya manusia di bidang keagamaan tidak berkualitas. “Bagaimana nanti kalau jadi guru agama, kalau terjun di bidang lain, maka harus berkualitas. Dakwahnya harus bagus, pendidikannya juga,” tuturnya.
Untuk itu, Syamsuddin meminta agar pemerintah ke depan memperbaiki tingkat pendidikan madrasah. Supaya sumber daya manusia dari pendidikan madrasah dan pendidikan umum itu berkualitas sama dan sejajar.
Dia juga mengungkapkan, guru madrasah sebetulnya memiliki dua peran, yaitu kader umat dan kader bangsa. Kader umat bergerak meningkatkan kualitas sumber daya manusia umat Islam, sedangkan sebagai kader bangsa, dia meningkatkan kualitas SDM pada umumnya.
“Kalau sebagai kader bangsa, dia itu memimpin di masyarakat. Kalau ada tahlilan, guru madrasah ada di situ. Kalau ada pertemuan, di situ baca doa. Kalau Jumat ada di mimbar masjid. Kalau di majelis taklim juga ada di situ. Jadi multidimensinya itu sangat besar guru madrasah,” kata dia.
Syamsuddin juga merasa bersyukur dan berterima kasih atas insentif yang diberikan oleh pemerintah kepada guru madrasah non-PNS. Namun dia berharap anggaran untuk kesejahteraan guru madrasah itu harus terus diperjuangkan, baik di Komisi VIII DPR maupun di Kementerian Keuangan.
“Supaya alokasi anggaran untuk madrasah itu naik. Dan guru madrasah disamakan dengan guru-guru yang lain. Contohnya, di DKI itu Rp 1 juta untuk tunjangan guru madrasah. Ini dari pemerintah provinsinya. Kalau di daerah lain, kalau ada dari pemda itu Rp 500 sebulan. Ada pemda yang memperhatikan ini tetapi tidak merata,” ujarnya.
PGMI, lanjut Syamsuddin, berupaya memperjuangkan supaya jangan hanya dinas pendidikan yang memperoleh anggaran dari APBD. Tetapi berikan juga anggaran untuk madrasah.
“Karena kan sama-sama pendidikan, sesama warga negara yang mendidik anak-anak bangsa. Pemerintah pusat dan daerah harus bergotong-royong, bukan hanya ke SMP dan SMA. Tetapi harus memperlakukan sama antara madrasah dan sekolah umum. Jika menginginkan SDM kita sama kualitasnya, maka maka kesejahteraannya juga harus sama,” ucapnya.
Dapatkan Update Berita Republika
Airlangga Hartarto Tegaskan KIB Belum Umumkan Capres
Koalisi Gerindra-PKB: Demi Kebangkitan Indonesia Raya
Ganjar dan Puan Muncul dalam Musyawarah Nasional Laskar Ganjar Puan
Gerindra-PKB Sepakat Koalisi
Fahri Ingatkan Bukan Presiden yang Tentukan Penerusnya, tetapi Rakyat
Politik
Keputusan yang diambil dalam KIB bersifat kolektif dan kolegial.
Jouron
Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan pentingnya kedaulatan digital Indonesia di era disrupsi teknologi
Ruzka
Capaian target kami di triwulan II ini sudah 88 persen. Masih kurang sekitar Rp 12 miliar lagi sampai dengan akhir Juni 2022 ini
Ruzka
Rencananya, ratusan warga lanjut usia (lansia) yang ada di 11 kecamatan se-Kota Depok akan menghadiri acara puncak tersebut.
Bola Nasional
Persib akan menghadapi Bhayangkara pada Selasa (21/6/2022) mendatang.
8 PHOTO
10 PHOTO
5 PHOTO
5 PHOTO
5 PHOTO
Senin , 20 Jun 2022, 02:06 WIB
Ahad , 19 Jun 2022, 14:50 WIB
Phone: 021 780 3747
Fax: 021 799 7903
Email:
newsroom@rol.republika.co.id (Redaksi)
sekretariat@republika.co.id (Redaksi)
marketing@republika.co.id (Marketing)
Copyright © 2018 republika.co.id, All right reserved