Sabtu, 25 Juni 2022 12:38
“Masih ada tersisa 2,2 juta dosis yang belum bisa kami ambil karena revisi dan penetapan anggaran belum selesai, ” kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Nasrullah.
BUKAMATA – Target Pemerintah untuk merampungkan vaksinasi penyakit kuku dan mulut (PMK) tahap pertama 07 Juli mendatang terancam gagal. 
Pasalnya, 2,2 juta dosis Vaksin PMK dari target pemerintah 3 juta dosis pada tahap pertama ini belum bisa didistribusikan. Alasannya, vaksin 2,2 juta dosis tersebut belum dapat diambil Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian karena anggaran yang belum cair. 
“Masih ada tersisa 2,2 juta dosis yang belum bisa kami ambil karena revisi dan penetapan anggaran belum selesai, ” kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Nasrullah dikutip dari katadatadotcom, Sabtu (25/6/2022). 
Sementara itu Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, masih berharap vaksinasi dapat berjalan sesuai rencana yaitu sebelum Idul Adha 2022.
Dia mengatakan proses distribusi telah dilakukan sejak 23 Juni 2022. Vaksinasi akan difokuskan di 316 kabupaten/kota pada 19 provinsi.
 “Mohon jadwal vaksinasinya betul-betul dipenuhi. Kita selamatkan hewan ternak khususnya sapi yang masih sehat agar jangan tertular PMK,” kata Suharyanto saat konferensi pers virtual, Jumat (24/6/2022)
Nasrullah mendata total kabupaten/kota yang telah terjangkit PMK adalah 215 titik. Secara khusus, jumlah desa yang terjangkit PMK mencapai 6.927 titik atau baru 12,16% dari total desa di 19 provinsi tersebut. Nasrullah mengatakan, inventarisasi hingga tingkat desa penting. Mayoritas peternak sapi masih berskala kecil dan berlokasi di pedesaan. 
Jumlah vaksin yang dibutuhkan untuk melawan wabah PMK cukup banyak atau minimal 80% dari populasi terjangkit. Selain itu, dosis yang dibutuhkan per hewan agar memunculkan antibodi adalah dua dosis. 
Dalam paparan Nasrullah, vaksin PMK yang diproduksi dari dalam negeri akan mulai diproduksi pada 4 Agustus 2022. Vaksin PMK tersebut akan diproduksi oleh Pusat Veteriner Farma (Pusvetma).  
Menurut data Satuan Tugas Penyakit Mulut dan Kuku (Satgas PMK), wabah PMK sudah menjangkiti 214.994 ekor hewan ternak sampai Selasa, 21 Juni 2022, pukul 12.30 WIB. Kasus infeksi ini tersebar di 208 kabupaten/kota di 19 provinsi Indonesia.
 
 
 25 Juni 2022 20:53
 25 Juni 2022 20:12
 25 Juni 2022 19:57
 25 Juni 2022 19:01
 25 Juni 2022 18:51
25 Juni 2022 10:45
25 Juni 2022 12:12
25 Juni 2022 13:24
25 Juni 2022 09:55
25 Juni 2022 14:11

source