Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Bangga Sandang Gelar Doktor|Penjabat Gubernur Wajib Melanjutkan Ajang Balap Formula E|Hasto Kristiyanto: Capres Harus Punya Pemikiran Geopolitik
Sabtu, 5 Februari 2022 | 17:02 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / WM
Jakarta, Beritasatu.com – Fenomena penularan klaster pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah ke keluarga harus secepatnya dihentikan. Siswa yang terinfeksi pun harus diuji di fasilitas kesehatan (faskes) terdekat seperti puskesmas dan keluarganya di-tracing.
Namun dari pengamatan Beritasatu.com, ada beberapa siswa yang mengalami proses tracing sangat lambat. Pelayanan petugas puskesmas tidak maksimal alias tidak menyenangkan karena justru dialihkan ke puskesmas lain.
Menanggapi hal ini, epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan, seharusnya pihak puskesmas melayani warga (siswa) yang diduga tertular dari klaster sekolah tanpa alasan apapun.
“Warga atau pasien selayaknya mendapatkan pelayanan yang terbaik, ketika ada yang minta dilakukan tes PCR dan tracing, ya seharusnya diberikan atau layani,” katanya kepada Beritasatu.com, Sabtu (5/2/2022).
Status Level PPKM Kota Depok Timpang, Ini Penjelasan Kemenkes
Namun, ketika pasien tersebut disuruh melapor ke puskesmas lain dan menunggu sampai keesokan harinya, biasanya ada sesuatu yang menjadi pertimbangan.
“Kemungkinan tenaga tracer (orang yang melakukan tracing) sangat terbatas dan hanya ada 1 di puskesmas kelurahan dan itu pun banyak yang tidak berjalan atau kecamatan hanya ada 1 juga. Ini artinya kan sangat terbatas sekali. Makanya dilempar ke tempat lain yang lebih besar,” jelas dia.
Ia mencontohkan, wilayah Depok bahwa pihak tracer-nya sudah kewalahan karena banyaknya masyarakat yang terpapar Covid-19. Hal ini karena Depok masuk salah satu wilayah penyumbang terbanyak kasus terkonfirmasi Covid-19.
“Sebenarnya jangan sampai sistemnya kewalahan, yang berakibat pasien-pasien tidak akan terlayani dengan baik. Saya juga pernah alami hal yang sama, ditolak dinas kesehatan setempat dan saya tanyakan bagaimana aturan mainnya,” urai Tri Yunis.
BOR di Atas 50%, 7.740 Warga Depok Isolasi Mandiri
Ternyata, saat diselidiki hal ini disebabkan kasus tinggi di wilayah, pasien banyak dan tenaga tracer sangat terbatas. Seharusnya wilayah Depok membuka hotline dan mengumumkan semua pasien reaktif harus lakukan PCR, meski kenyataannya tidak semua kasus melakukan hal tersebut.
“Namun hal ini bisa dilakukan kalau seandainya ditemukan kasus varian Omicron di Depok, maka pihak puskesmas pastinya cepat lakukan PCR dan testing serta tracing. Saya juga sedih dengan sistem yang lemah ini dan dibiarkan saja oleh pemerintah,” ucap dia.
Sebelumnya, Cerry yang bersekolah di salah satu SMP di Depok pada Jumat (28/2/2022) disampaikan gurunya bahwa ada teman sekelas yang positif Covid-19. Maka seluruh siswa di kelas tersebut diminta untuk melakukan tes Covid-19 secara mandiri.
Cerry sendiri pada Sabtu (29/2/2022), sudah mulai merasakan demam panas. Kemudian malamnya atas inisiatif kedua orangtuanya melakukan tes antigen dan hasilnya menunjukkan reaktif Covid-19.
Keesokan harinya, orang tuanya membawa Cerry ke puskesmas dekat rumah. Namun sayangnya mendapatkan pelayanan yang tidak menyenangkan dari pihak puskesmas yang tidak langsung dilayani, dengan alasan kasusnya sudah dianggap positif, sehingga harus dilaporkan ke faskes lainnya yang dinilai lebih lengkap.
Cerry menilai, mengapa dirinya dan keluarga harus menunggu sampai keesokan harinya, mengingat penularan ini dari klaster sekolah dan bisa merambah ke klaster keluarga.
Pihak puskesmas tersebut kemudian memberikan pendampingan kepada Cerry untuk dirujuk ke puskesmas di Depok juga. Selanjutnya pada Senin (31/1/2022), ia melakukan tes PCR mandiri dan hasilnya positif Covid-19.
Kemudian pihak keluarga tetap melaporkan kejadian itu ke puskesmas di Depok dan dijadwalkan tracing keluarga di puskesmas Depok pada Rabu (2/2/2022) pagi atau 3 hari setelah Cerry diketahui positif Covid.
Hasil tracing diterima keluarga Regina (Ibu Cerry) pada Jumat (4/2/2022). Hasilnya Ayah Cerry positif, dan 5 anggota keluarga lainnya dinyatakan negatif.
Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini
Sumber: BeritaSatu.com
Uji coba penerapan ganjil genap di 13 ruas jalan baru di DKI Jakarta mulai berlangsung hari ini, Senin (6/6/2022). Sebanyak 218 pengendara ditegur polisi.
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto merupakan cendekiawan pemikir bangsa.
Berikut ini Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 6 Juni 2022 sesuai dengan data Kementerian Kesehatan.
Berikut ini Data Kasus Positif dan Kematian Covid-19 di Jakarta sampai 6 Juni 2022 sesuai data Kementerian Kesehatan.
Berikut ini Data Kasus Aktif Covid-19 Nasional sampai 6 Juni 2022 sesuai data Kementerian Kesehatan.
Berikut ini Prevalensi Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi, 6 Juni 2022 sesuai data Kementerian Kesehatan.
Berikut ini Data Nasional Positivity Rate Covid-19 sampai 6 Juni 2022 sesuai data Kementerian Kesehatan.
Berikut ini Kesembuhan Terendah Covid-19 di 10 Provinsi, 6 Juni 2022 sesuai data Kementerian Kesehatan.
Sekjen PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) Hasto Kristiyanto bangga menyandang gelar doktor dari Universitas Pertahanan.
Berikut ini Data Kasus Positif dan Kematian Covid-19 sampai 6 Juni 2022 sesuai data Kementerian Kesehatan.
NEWSLETTER
NEWSLETTER