TIMESINDONESIA, BANJAR – Hadiah, lansia berusia sekitar 80 tahun yang tercatat sebagai warga RT 06 RW 03 Dusun Randegan 2 Desa Mekarharja Kecamatan Purwaharja Kota Banjar Jawa Barat kini hidupnya terombang-ambing pasca keluarganya tak lagi mau menampung keberadaannya yang sudah renta.
Setelah ada aduan dari masyarakat yang khawatir dengan kondisi Hadiah, tim relawan ODGJ bersama dari Puskesmas Purwaharja 2 didampingi Pemerintah Desa Mekarharja dan Bhabinkamtibmas serta Babinsa setempat membebaskan Hadiah dari ruangan yang mengurungnya selama 6 Tahun.
Ini dikisahkan Yeni Astuti, relawan ODGJ Bakti Asih Kota Banjar kepada TIMES Indonesia, Senin (13/6/2022).
"Setelah kami mendapatkan laporan warga, kami langsung berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait dan membujuk keluarganya agar melepaskan Bu Hadiah," tuturnya.
Setelah melalui proses mediasi, Hadiah akhirnya terlepas dari belenggu yang memisahkannya dari dunia luar. Dia dikurung disebuah ruangan tanpa fasilitas MCK dan tanpa perawatan yang layak.
"Begitu kami memasuki ruangan tersebut, Bu Hadiah terkurung dalam ruangan yang tidak sehat. Baunya sangat menyengat karena Bu Hadiah mungkin BAB dan BAK ditempat tanpa air sehingga kotorannya mengering bahkan ditubuhnya," ungkap Yeni.
Berdasarkan keterangan warga setempat, Hadiah memang dikurung tanpa perawatan yang layak dari keluarganya. Anak dan cucu tirinya bahkan sudah enggan untuk mengurusnya.
"Akhirnya kami rujuk ke RS Banyumas karena beliau mengalami demensia akibat faktor lanjut usia," paparnya.
Setelah masa pengobatannya selesai, tim relawan menjemput perempuan yang tidak lagi punya sanak soudara tersebut ke RSUD Banyumas.
Sayangnya, setelah kondisi kesehatannya berangsur membaik, pihak keluarga menolaknya dan meminta Pemerintah Desa untuk membawanya ke Panti Jompo.
"Keluarga tidak mau menerima nenek tersebut dan begitu pula Bu Hadiah tidak mau kembali ke rumah anak tirinya karena takut dikurung lagi," jelas Yeni.
Ini dibenarkan Kepala Desa Mekarharja, Saefuloh saat dihubungi TIMES Indonesia. Sepulang dari RSUD Banyumas, Hadiah terpaksa ditampung sementara di Puskesmas Purwaharja 2.
"Kami bergantian menjaga Bu Hadiah di Puskesmas agar tidak kemana-mana," terangnya.
Rencananya, pihak Pemerintah Desa akan menyiapkan sebuah rumah untuk ditempati Hadiah sampai ada pihak Panti Jompo yang menerimanya.
"Kami akan renovasi terlebih dahulu rumah untuk ditempati Bu Hadiah sambil mencari panti Jompo yang bersedia menampungnya," katanya.
Saefuloh menjabarkan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Panti Jompo di Kabupaten Cilacap namun disana penuh.
"Panti tersebut khusus untuk para jompo penyandang disabilitas. Nah, kondisi Bu Hadiah ini kan selain demensia juga matanya mengalami katarak, jadi tidak bisa mandiri," urainya.
Pemerintah Desa Mekarharja berupaya mencarikan solusi terbaik atas nasib Hadiah setelah keluarganya menolak untuk bertanggungjawab.
**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.
10/11/2021 – 09:39
Copyright 2014 – 2022 TIMES Indonesia. All Rights Reserved.
Page rendered in 0.2226 seconds. Running in Unknown Platform