SURYA.CO.ID, NGANJUK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nganjuk menargetkan tahun ini seluruh Puskesmas bisa menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Target menjadikan semua Puskesmas menjadi BLUD itu sebagai langkah agar lebih maju dan berkembang dalam pelayanan kepada masyarakat.
Plt Kadinkes Kabupaten Nganjuk, Laksomono Pratignjo mengatakan, nantinya apabila Puskesmas berubah status menjadi BLUD maka berhak mengelola manajemen dan keuangan secara mandiri. Dengan demikian Puskesmas bisa melakukan skema pengembangan pelayanan kesehatan sendiri. Termasuk melengkapi fasilitas dan peralatan kesehatan yang dimiliki.
“Intinya, dengan status BLUD tersebut maka Puskesmas bisa beroperasi layaknya seperti rumah sakit. Dan itu nantinya manajemen Puskesmas betul-betul diuji sungguhan,” kata Laksomono, Selasa (5/4/2022).
Dijelaskan Laksomono, sebenarnya Puskesmas berbadan hukum sebagai BLUD telah direncanakan sejak dua tahun lalu. Di mana proses tersebut pada 2021 lalu berhenti dengan sendirinya. Padahal, persiapan untuk menjadikan Puskesmas sebagai BLUD sudah dilakukan sejak lama.
Terlebih, dikatakan Laksomono, berbagai pelatihan dan bimbingan teknis pada tenaga kesehatan serta melengkapi sararan dan prasarana fasilitas kesehatan di Puskesmas telah dilakukan. Untuk itu, tahun ini seluruh Puskesmas di Nganjuk harus bisa menjadi BLUD.
“Dan saat ini proses untuk menjadi Puskesmas berstatus BLUD tersebut terus dilakukan. Setidaknya dalam enam bulan ke depan proses itu selesai dan bisa direalisasi,” tandas Laksomono.
Di samping itu, tambah Laksomono, anggaran untuk setiap Puskesmas yang berubah status menjadi BLUD tersebut juga telah dialokasikan dalam APBD Nganjuk. Apalagi Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) juga sudah memberikan pemahaman terkait status BLUD untuk Puskesmas di Nganjuk yang bisa dijalankan.
“Maka dari itu, kami akan berupaya keras agar semua Puskesmas di Kabupaten Nganjuk bisa berstatus BLUD. Sehingga Puskesmas bisa lebih maksimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat layaknya rumah sakit,” tutur Laksomono. *****

source