Sabtu, 25 Juni 2022 10:45
Pada saat dilakukan perawatan medis, tak seorang pun dokter yang melihat langsung kondisi pasien saat itu. Sehingga dikerjakan oleh petugas medis (perawat) Puskesmas Tamalatea.
BUKAMATA, JENEPONTO – Pasca Kecelakaan Lalu Lintas dan mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Tamalatea, warga Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, diduga menjadi korban malpraktik.
Pasien insial L mengalami pendarahan dibagian muka bercampur nanah, dan ditemukan serpihan kaca berwarna bening di bagian lukanya, usai mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Tamalatea. Serpihan kaca ini ditemukan setelah satu bulan dirawat
Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Keadilan Nusantara (YLBH – KENUSTRA), Cabang Jeneponto, Suhardiman, berharap agar Bupati Jeneponto Iksan Iskandar segera mengambil tindakan tegas.
“Saya menduga pihak Puskesmas Tamalatea, tidak menjalankan pelayanan medis yang profesional. Kalau bisa pihak Pemkab Jeneponto, agar segera memanggil Kepala Puskesmas-nya termasuk oknum perawat,” ujarnya, Sabtu, 25 Juni 2022.
Dia sangat menyayangkan hasil perawatan medis terhadap diri pasien. Warga inisial L, masih mengalami pendarahan dan luka terbuka pada bagian wajah. Terdapat pada bagian luka lainnya, dijahit oleh salah seorang petugas Puskesmas. Pasien tidak dirujuk ke RSUD setempat.
“Petugas Puskesmas yang kerja. Jadi, itu hari kecelakaan, lalu dijahit bibirnya karena mengalami luka terbuka. Ada juga luka parah di bagian mukanya dan sudut alisnya. Terkait ini akan kami tindak lanjuti, hingga tindakan hukum. Usai menjalani tindakan medis ditemukan serpihan kaca di dalam lukanya,” terangnya.
Menurutnya, korban tersebut, akan mendapat pendampingan dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum – Keadilan Nusantara, sampai pasien memperoleh perawatan yang lebih baik. Ia berharap agar hal serupa tidak terulang lagi di daerah yang berjuluk Butta Turatea tersebut.
Dia menyebut, pada saat dilakukan perawatan medis, tak seorang pun dokter yang melihat langsung kondisi pasien saat itu. Sehingga dikerjakan oleh petugas medis (perawat) Puskesmas Tamalatea. Hingga saat ini, sedang rawat jalan.
“Jahitannya sudah dibuka, namun hasil dari perawatan medis itu sangat mengecewakan pasien. Pada bagian bibir tidak rapi. Selain itu, juga pada bagian muka keriput tak beraturan. Anehnya lagi, usai dirawat ditemukan serpihan kaca diluka korban,” ungkapnya.
Sementara, Kepala Puskesmas Tamalatea, Abidin, mengatakan, petugas medis sudah bekerja maksimal dan tidak ada unsur kesengajaan. Kejadian inipun akan menjadi pembelajaran kedepan dalam menindak pasien.
Dia menyebut, untuk luka pada bagian daerah wajah, harus ke bedah plastik. Namun terkait dengan hal tersebut akan menjadi pembelajaran.
“Untuk kita semua supaya lebih hati-hati menindaki pasien. Mau diapa kalau sudah terlanjur ke publik. Mungkin dihecting seperti itu sampai ada beling (serpihan kaca),” terang Abidin.
Diketahui, Kepala Puskemas Tamalatea pun berkunjung ke rumah pasien untuk melihat langsung kondisi pasien bersama para perawat, sambil membawa alat medis. (*)
 25 Juni 2022 20:53
 25 Juni 2022 20:12
 25 Juni 2022 19:57
 25 Juni 2022 19:01
 25 Juni 2022 18:51

source