PIKIRAN RAKYAT
– Kunci sukses penurunan angka prevalensi stunting harus dimulai sejak 1.000 hari pertama kehidupan. Oleh karena itu, penerapan perilaku bersih dan sehat terutama untuk generasi muda yang siap untuk menikah menjadi prioritas. Perilaku penting yang harus dilakukan adalah menjaga sanitasi dan asupan nutrisi. 
Demikian disampaikan Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Wiryanta dalam Diseminasi informasi dan Edukasi Percepatan Penurunan Stunting bertajuk Kepoin Genbest: Cegah Stunting, Terapkan Nutrisi dan Sanitasi yang Cling! di Kota Salatiga, Kamis, 16 Juni 2022.
Menurut Wiryanta, program pencegahan dan penurunan angka prevalensi stunting harus terus dilaksanakan untuk menyiapkan generasi unggul, memiliki kompetensi dan keterampilan yang tinggi, termasuk kepribadian yang menjunjung jati diri bangsa.
“Untuk itu kita harus selalu peduli terhadap lingkungan, termasuk budaya di tengah masyarakat yang perlu kita gugah agar bisa turut membantu cegah stunting,” kata dia.
Baca Juga: Persib vs Persebaya, Robert Alberts Minta Dukungan Penuh Bobotoh di Stadion
Kondisi ini perlu menjadi perhatian penting mengingat hasil sensus penduduk tahun 2020, penduduk didominasi oleh generasi Z dengan jumlah mencapai 27,9 persen dari total seluruh populasi penduduk di Indonesia, kemudian disusul dengan generasi milenial sebesar 25,8 persen.
“Pada tahun 2030 kita ketiban bonus demografi kelompok usia produktif yang masuk ke dalam angkatan kerja. Kelompok yang tingkat produktifitasnya tinggi,” ujar Wiryanta dalam sambutannya.
Wiryanta juga menyampaikan dengan suksesnya penurunan angka stunting, harapan Indonesia menjadi negara maju dan menjadi 5 besar Produk Domestik Bruto (PDB) dunia di tahun 2045 mungkin terwujud.
Hal senada juga diungkapkan oleh dokter Gia Pratama yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut. Menurut Gia, 1000 hari pertama adalah waktu yang krusial, dimana kehidupan dimulai dari kehamilan hingga dua tahun setelah kelahiran.
“Diagnosis stunting hanya bisa ditegakkan saat anak berusia 2 tahun. Kita punya waktu 1000 hari perjuangan agar pada saat anak berusia 2 tahun berat badannya cukup dan tinggi badannya cukup,” ungkap Gia.
Editor: Julkifli Sinuhaji
PT Kolaborasi Mediapreneur Nusantara
Jl. Asia Afrika No. 75
Bandung – Jawa Barat, 40111
Telepon : 022-4241600
Email : prmnnewsroom@pikiran-rakyat.com
PT Kolaborasi Mediapreneur Nusantara
Jl. Asia Afrika No. 75
Bandung – Jawa Barat, 40111, Ph. 022-4241600
Email: prmnnewsroom@pikiran-rakyat.com
©2022 Pikiran Rakyat Media Network

source