BORNEONEWS, Sampit – Capaian imunisasi anak di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) cukup rendah di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dalam 2 tahun terakhir ini. 
“Imunisasi anak yang rutin kami laksanakan tidak mencapai target, hanya 20 persen saja. Baik imunisasi campak, polio, dan lainnya,” ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi, Senin, 30 Mei 2022. 

Hal tersebut terjadi, karena dalam 2 tahun terakhir, para tenaga kesehatan di daerah ini, tengah fokus untuk menangani pandemi Covid-19. 
Baik vaksinasi, perawatan pasien, hingga hal lainnya sehingga pencapaian imunisasi anak mengalami penurunan drastis dan tidak sesuai target yang ada. 
“Keadaan tersebut juga hampir terjadi di seluruh daerah. Karena pada pandemi kami difokuskan untuk antisipasi dan perawatan kasus Covid-19,” katanya. 

Oleh sebab itu pemerintah pusat sendiri mencanangkan bulan imunisasi anak nasional yang akan digelar di seluruh daerah. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)
Syarat lainnya seperti surat kematian dari instansi berwenang juga wajib dipenuhi serta asesmen dari Dinas Sosial Kota Palangka Raya.
Dia menyampaikan penentuan penjabat bupati tersebut melalui mekanisme yang cukup panjang dan penilaian yang cermat oleh Kementerian Dalam Negeri.
Selain itu gubernur dua periode mengingatkan pentingnya memperhatikan hilirisasi industri dan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Sugianto mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat menempati peringkat kedua terbaik realisasi APBD dari seluruh kabupaten dan kota sampai 31 Mei 2022.
Diharapkan dengan terus berlangsungnya kegiatan vaksinasi akan dapat memberikan kemudahan bagi warga untuk mendapatkan layanan vaksinasi Covid-19.
Selain itu para pelajar diminta berperan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dan menghindari kegiatan kegiatan bersifat negatif.
Dinas Kesehatan atau Dinkes Kabupaten Kapuas melalui Seksi P2PTM memberikan materitentang kebijakan pelayanan kesehatan haji pada kegiatan Manasik Haji yang berlangsung sampai dengan tanggal 4 Juni 2022.
Dia menyebut terkait adanya wacana audit perusahaan sawit yang akan dilakukan oleh pemerintah pusat, pihaknya menyambut baik hal tersebut. Di mana saat ini juga di Kalteng tengah melakukan upaya pengecekan tim terpadu.
Plt Kepala Disnakertrans Kalteng, Farid Wajdi mengatakan upaya peningkatan SDM merupakan penjabaran dari visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng.
Kebayakan yang terjadi mengenai kewajiban perusahaan ini banyak yang masih tidak disiplin, sehingga pemerintah harus tegas dan turun langsung menagih hal tersebut agar PBS tidak abai terhadap kewajibannya.

source