Source/@infopasbar_
KATASUMBAR – Postingan mengharukan diunggah instagram @infopasbar_ pada Selasa 3 Mei 2022.
Foto-foto tersebut bercerita tentang seorang warga yang sakit keras dan mesti ditandu menuju puskesmas terdekat.
Warga yang diketahui bernama Damri (54) ini, digotong beramai-ramai menggunakan kain sarung yang dililitkan ke sebatang bambu.
Warga Pasbar ini mesti digotong sebab ketiadaan akses jalan bagi kendaraan karena jalan rusak. Tak pelak postingan ini mendapat respon pilu dari netizen.
Diketahui, 6 slide foto tersebut diunggah pertamakali oleh Relawan Kemanusiaan Pasbar, Wafriman Zani di facebooknya dan kemudian diunggah ulang @infopasbar_.
KATASUMBAR mengkonfirmasi foto ini ka Wafriman Zani. Dia membenarkan telah mengunggah foto tersebut.
“Foto diambil di Jorong Rurapatontang, Nagari Parik, Kecamatan Koto Balingka kemarin. Pasien ini menderita komplikasi lambung sehingga mesti dibawa ke puskesmas,” kata Wafriman, Rabu 4 Mei 2022.
Dia menjelaskan, puskesmas tersebut berjarak sekitar 15 kilometer dari Rurapatontang. Sementara akses kendaraan yang ada hanya beberapa kilometer saja.
“Harus digotong sekitar 10 kilometer naik turun bukit, tak bisa pakai motor. Akses jalan tak bisa dilewati kendaraan karena banyak longsoran,” jelas Wafriman.
Menurut dia, dahulu akses jalannya sangat kecil. Kemudian ada usaha perbaikan dan jalan tersebut diperlebar.
Sayangnya, pelebaran jalan tersebut belum membuahkan hasil, malah banyak tebing di sisi jalan yang runtuh dan menimbun badan jalan.
“Jadi dari dahulu hingga sekarang memang belum ada mobil yang sampai ke lokasi, sehingga mobilitas warga sangat terganggu,” ungkapnya.
Kampung ini merupakan daerah terisolir dengan jumlah penduduk mencapai 108 KK.
Ia mengharapkan pemerintah bisa segera menuntaskan permasalahan ini agar tak terulang kejadian serupa.
(*)
Menyajikan Berita Terupdate Seputar Sumatera Barat.
Dengan Format Berita yang Lebih Mendalam dan Tepat.
Lebih Lengkap »
© 2020 KataSumbar.com – Berita Terbaru Sumatera Barat
© 2020 KataSumbar.com – Berita Terbaru Sumatera Barat