JOMBANG – Pelayanan Puskesmas Bandarkedungmulyo kembali dikeluhkan pasiennya. Salah satu warga Desa Mojokambang, Kecamatan Bandarkedungmulyo mengeluhkan pelayanan puskesmas ini yang memberikan anak balitanya obat yang sudah kadaluwarsa hingga membuat keluhan sakit anaknya makin parah.
Belita yang jadi korban pelayanan buruk ini, adalah Keysha Callista Aurelia yang amsih berusia 26 bulan. “Kejadian awalnya itu Senin (6/6) malam kemarin, anak saya mengalami sakit demam, diare dan muntah,” ungkap Kiki Niamita Witami, 22, ibu balita itu.
Lantaran tak juga membaik hingga Selasa (7/6), ia pun akhirnya membawa anak sulungnya itu ke Puskesmas Bandarkedungmulyo Selasa sore. “Paginya sudah sempat saya beri seduhan jahe, sorenya baru dibawa ke puskesmas karena memang baru ada yang mengantar,” lanjutnya.
Bukannya mendapat pelayanan ramah, sesampainya di Puskesmas Bandarkedungmulyo ia justru mendapat omelan dari salah seorang bidan yang melayaninya. “Ada dua bidan, satu pakai kerudung itu ramah, satunya nyolot-nyolot kalau ngomong,” ucapnya.
Setelah diperiksa, anaknya itupun diberikan tiga jenis obat. Yakni sebuah sirup, puyer dan oralit. Balitanya juga tak dianjurkan untuk opname di puskesmas itu. “Setelah diberi obat terus pulang, obatnya juga saya minumkan ke anak saya,” tambahnya.
Namun hingga Kamis (9/6), kondisi anak balitanya justru makin parah. Setelah minum obat dari puskesmas, anak balitanya itu mengalami pemburukan gejala. “Bukannya sembuh malah gemetar badannya. Tidak bisa berdiri, lemas, malah diarenya makin parah, muntahnya makin banyak,” lontarnya.
Selanjutnya……
JOMBANG – Pelayanan Puskesmas Bandarkedungmulyo kembali dikeluhkan pasiennya. Salah satu warga Desa Mojokambang, Kecamatan Bandarkedungmulyo mengeluhkan pelayanan puskesmas ini yang memberikan anak balitanya obat yang sudah kadaluwarsa hingga membuat keluhan sakit anaknya makin parah.
Belita yang jadi korban pelayanan buruk ini, adalah Keysha Callista Aurelia yang amsih berusia 26 bulan. “Kejadian awalnya itu Senin (6/6) malam kemarin, anak saya mengalami sakit demam, diare dan muntah,” ungkap Kiki Niamita Witami, 22, ibu balita itu.
Lantaran tak juga membaik hingga Selasa (7/6), ia pun akhirnya membawa anak sulungnya itu ke Puskesmas Bandarkedungmulyo Selasa sore. “Paginya sudah sempat saya beri seduhan jahe, sorenya baru dibawa ke puskesmas karena memang baru ada yang mengantar,” lanjutnya.
Bukannya mendapat pelayanan ramah, sesampainya di Puskesmas Bandarkedungmulyo ia justru mendapat omelan dari salah seorang bidan yang melayaninya. “Ada dua bidan, satu pakai kerudung itu ramah, satunya nyolot-nyolot kalau ngomong,” ucapnya.
Setelah diperiksa, anaknya itupun diberikan tiga jenis obat. Yakni sebuah sirup, puyer dan oralit. Balitanya juga tak dianjurkan untuk opname di puskesmas itu. “Setelah diberi obat terus pulang, obatnya juga saya minumkan ke anak saya,” tambahnya.
Namun hingga Kamis (9/6), kondisi anak balitanya justru makin parah. Setelah minum obat dari puskesmas, anak balitanya itu mengalami pemburukan gejala. “Bukannya sembuh malah gemetar badannya. Tidak bisa berdiri, lemas, malah diarenya makin parah, muntahnya makin banyak,” lontarnya.
Selanjutnya……
PT JOMBANG INTERMEDIA PERS
JALAN AIRLANGGA NOMOR 10,
KEPANJEN, JOMBANG
TELEPON / FAX / WHATSAPP: (0321) 875137/081336610001