Anda belum login
Anda belum login
Sign InorSign Up
Email
Password
Nama
Email
Password
Ulangi Password
Email
Password
Nama
Email
Password
Ulangi Password
Pencarian
INVESTOR.id
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Sumber: Istimewa
JAKARTA, investor.id – PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) telah menuntaskan pemungutan suara atau voting terkait Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Namun, capaian ini belum serta merta bisa mengembalikan minat investor untuk mengoleksi saham dua emiten BUMN tersebut. Lalu bagaimana prospek kedua saham tersebut?
Sekretaris Jenderal Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Reza Priyambada berpendapat, GIAA dan WSBP perlu aktif menginformasikan rencana kerja mereka setelah berhasil mengantongi izin kreditur untuk menunda pembayaran utang.
Reza menyebutkan, emiten tersebut bisa mengumumkan bagaimana cara mereka menjalankan bisnis setelah PKPU, apakah akan menata kembali model bisnisnya, hingga mencoba pengembangan bisnis lain. Informasi ini akan memberikan gambaran pelaku pasar saham dan menentukan reaksi mereka terhadap minat membeli saham GIAA maupun WSBP.
Baca juga: Masih Ada Lessor Keberatan Voting PKPU, Bos Garuda (GIAA) Buka Suara
“Hasil PKPU paling tidak bisa memberikan sentimen positif kepada pelaku pasar (saham) sehingga nantinya mereka punya penilaian positif ke depan. Tetapi butuh paparan rencana kerja berikutnya sehingga tidak sebatas menang PKPU,” ungkap Reza kepada Investor Daily, Senin (20/6/2022).
Rencana kerja tersebut juga menurut Reza, dapat memperlihatkan kemampuan emiten dalam menyelesaikan piutangnya, hingga akhirnya mampu kembali mengantongi laba dan menguntungkan pemegang saham.
“Selanjutnya, pelaku pasar masih wait and see kapan suspensi saham dibuka. Sebab, yang penting adalah apakah likuiditas saham itu kembali ada,” ucap dia.
Baca juga: Keuangan Garuda (GIAA) Bisa Sehat, Kuncinya Efisiensi dan Rute Domestik
Dihubungi secara terpisah, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai, investor di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih menunggu performa kinerja laporan keuangan GIAA.
“Jika masih underperform maka pasar lebih cenderung bersikap wait and see. Begitu pun dengan WSBP,” jelasnya.  
Sementara, laporan keuangan GIAA terbaru yang bisa diakses hanya laporan keuangan kuartal III-2021. Sehingga Nafan menilai, publik juga menunggu keterbukaan kinerja keuangan GIAA pada kuartal IV-2021 dan kuartal I-2022. Baru kemudian bisa menentukan dukungannya pada keuangan maskapai penerbangan nasional tersebut.
“Kinerja bottom line yang meningkat signifikan akan terefleksikan terhadap apresiasi pergerakan harga saham,” paparnya.
Baca juga: Lolos dari Ancaman Pailit, Waskita Precast (WSBP) Fokus Raih Kontrak Baru
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Sugiyono Madelan menambahkan, kinerja Garuda Indonesia tergolong berat. Terlebih dengan adanya Covid-19 lagi varian B-4 dan B-5 serta cacar monyet.
“Saya yakin perlu reformasi yang besar, di samping restrukturisasi yang signifikan, apabila Garuda Indonesia ingin diperjuangkan kembali untuk sehat. Beban kerugian Garuda Indonesia pada posisi rasio utang terhadap aset yang besar itu menyulitkan Garuda Indonesia untuk bangkit, sekalipun kondisi kesehatan masyarakat sudah pulih dan perekonomian telah membaik,” kata Sugiyono.
Sedangkan untuk WSBP, dengan melihat rasio besar kerugian dibandingkan total aset, ia justru optimistis prospek BUMN konstruksi ini masih akan baik dan mampu bangkit serta membayar utang-utangnya.
Sebelumnya, optimisme yang sama juga diungkapkan Direktur Operasional I PT Waskita Karya Tbk (WSKT) I Ketut Pasek Senjaya Putra. Ia yakin hasil PKPU WSBP akan menciptakan kenyamanan dan keamanan berbisnis bagi pemilik saham maupun perseroan. “Saya rasa kita masih bisa eksis. InsyaAllah ada titik temu yang bisa sama-sama nyaman,” ujar Pasek. (C02)
Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)
Sumber : Investor Daily
Berita Terkait
Waskita Precast (WSBP) Proyeksikan Suspensi Saham Segera Dibuka Tahun Ini
Menangkan PKPU, Waskita Beton Precast (WSBP) Masuki Babak Baru Pemulihan Kinerja
Masih Ada Lessor Keberatan Voting PKPU, Bos Garuda (GIAA) Buka Suara
Keuangan Garuda (GIAA) Bisa Sehat, Kuncinya Efisiensi dan Rute Domestik
Terpopuler
01
Pengendali Tambah Saham Panin Financial (PNLF), Lo Kheng Hong Masih Rajin Akumulasi?
Senin, 20 Juni 2022 | 07:53 WIB
02
IPO Mandiri Mineral (NPII) Batal?
Senin, 20 Juni 2022 | 09:09 WIB
03
TERPOPULER: IPO Cerestar, PKPU WSBP, hingga Saham-saham yang Pesta Gain
Minggu, 19 Juni 2022 | 21:02 WIB
04
Sepekan Saham-saham Ini Naik 20%-51%, Lotte Chemical (FPNI) Juara
Minggu, 19 Juni 2022 | 13:42 WIB
05
WIR Asia (WIRG) Bangun Platform Metaverse untuk 22 Negara Mediterania
Senin, 20 Juni 2022 | 20:26 WIB
Terkini
Rig Tenders (RIGS) Peroleh Dividen Rp 872 Miliar
Selasa, 21 Juni 2022 | 12:49 WIB
Zenius Tawarkan Konsep Belajar  Baru Bantu Siswa Fokus pada Pemahaman
Selasa, 21 Juni 2022 | 12:38 WIB
Sentimen Ini Ternyata Jadi Pendorong IHSG Menghijau
Selasa, 21 Juni 2022 | 12:30 WIB
Dorong Percepatan Proyek Transportasi, Menhub Temui Pejabat Pemerintah dan Swasta Jepang
Selasa, 21 Juni 2022 | 12:20 WIB
Presiden Jokowi Rayakan HUT ke-61 Bersama Megawati dan Puan
Selasa, 21 Juni 2022 | 12:16 WIB
Copyright ©2022 Investor Daily. All Rights Reserved

source