Thursday, 24 Zulqaidah 1443 / 23 June 2022
Thursday, 24 Zulqaidah 1443 / 23 June 2022

Rabu 22 Jun 2022 22:02 WIB
Rep: Mabruroh/ Red: Nashih Nashrullah
Bendera Arab Saudi. Arab Saudi mempunyai komitmen junjung tinggi toleransi dalam kehidupan berbangsa
REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH — Arab Saudi mengecam seluruh ujaran kebencian dalam segala jenis dan bentuknya. Arab Saudi juga menegaskan kembali bahwa upayanya untuk mempromosikan toleransi, serta memerangi semua aspek ekstremisme dan kekerasan, harus berlanjut di seluruh dunia. 
 
Pernyataan itu dibuat Kerajaan selama pertemuan Majelis Umum PBB pada Senin (20/6/2022) di Markas Besar PBB di New York untuk menandai Hari Internasional pertama untuk Melawan Ujaran Kebencian. 
 
Kepala Komite Sosial Kemanusiaan dan Budaya delegasi tetap Saudi untuk PBB, Sulafa Mousa, mengatakan peringatan itu “datang pada waktu yang sangat penting, karena umat manusia menderita akibat epidemi, konflik dan bencana alam, yang telah menambahkan dimensi baru pada kohesi dan ketahanan masyarakat. 
 
Dia menggarisbawahi keyakinan Arab Saudi, bahwa toleransi adalah dasar untuk hidup berdampingan dan menciptakan peradaban, dan juga menekankan pentingnya memerangi ujaran kebencian dan tidak melakukan kekerasan. 
 
Mousa mengatakan bahwa Kerajaan memiliki catatan yang terbukti dalam memerangi ujaran kebencian, serta mendorong toleransi sebagai cara hidup dan nilai universal di antara orang-orang. 
 
“Pusat Dialog Nasional King Abdulaziz memainkan peran penting dalam memajukan ide-ide ini dan memastikan mereka tertanam dalam masyarakat,” katanya dilansir dari Arab News, Rabu (22/6/2022). 
 
Mousa mengatakan bahwa Pusat Global untuk Memerangi Ideologi Ekstremis yang didirikan di Kerajaan, sedang bekerja untuk menerapkan peta jalan untuk mengekang ujaran kebencian dan mendekati para penyebarnya. 
Baca juga: Neom Megaproyek Ambisius Arab Saudi, Dirikan Bangunan Terbesar di Dunia
 
 
Strategi ini termasuk menahan sumber kebencian di media dan jejaring sosial, mendorong orang untuk melaporkan kejahatan kebencian, meningkatkan peran pendidikan dalam memerangi ujaran kebencian, dan menumbuhkan budaya kerja sama. 
 
Kementerian Pendidikan Saudi telah merilis dokumen konsep hak asasi manusia dalam kurikulum sekolah untuk memasukkan nilai-nilai kesetaraan dan penolakan kebencian, dan untuk menekankan bahwa toleransi adalah salah satu pilar utama dalam mengembangkan kurikulum studi Islam.   
 
 
Dapatkan Update Berita Republika
40 Tahun Idap Diabetes, David Crosby: Diet yang Ribet Itu Hanya Omong Kosong
Boris Johnson Jalani Operasi Sinus, 4 Kondisi Ini Bisa Jadi Penyebabnya
Dilema Sunat Perempuan, Ini Komentar dr Mahdian
Mau Tahu Risiko Kematian dalam 10 Tahun ke Depan? Tes Yuk, Cuma Perlu 10 Detik!
Posisi Tidur yang Buruk Bisa Picu Parkinson Hingga Alzheimer, Baiknya Seperti Apa?
Umum

Kenaikan kasus positif mingguan Covid-19 ini harus menjadi alarm yang mesti diwaspadai.
Timur Tengah

Gempa Afghanistan menewaskan sedikitnya 1.000 orang dan terus bertambah.
Lesehan

Media-media itu dituding telah menyebarkan informasi palsu.
Liga Spanyol

Teranyar Carvajal dan kawan-kawan berhasil mengamankan titel ke-14 Liga Champions
Teh Anget

MP3Juice : Download Musik YouTube MP3 Mudah Cepat
4 PHOTO
5 PHOTO
3 PHOTO
3 PHOTO
3 PHOTO
Kamis , 23 Jun 2022, 05:01 WIB
Rabu , 22 Jun 2022, 18:13 WIB
Phone: 021 780 3747
Fax: 021 799 7903
Email:
newsroom@rol.republika.co.id (Redaksi)
sekretariat@republika.co.id (Redaksi)
marketing@republika.co.id (Marketing)
Copyright © 2018 republika.co.id, All right reserved

source