JawaPos.com – Dalam 14 jenis imunisasi dasar pada anak, salah satunya terdapat vaksin hepatitis. Vaksin tersebut menjadi salah satu dari berbagai jenis imunisasi dasar pada bayi hingga usia 18-24 bulan. Imunisasi tersebut diberi nama imunisasi DPT-HB-Hib .
Lalu, jika sudah diimunisasi untuk mencegah hepatitis, akankah tak tertular hepatitis misterius?
Data Kementerian Kesehatan, pemberian imunisasi disesuaikan dengan usia anak. Untuk imunisasi dasar lengkap, bayi berusia kurang dari 24 jam diberikan imunisasi Hepatitis B (HB-0), usia 1 bulan diberikan (BCG dan Polio 1), usia 2 bulan diberikan (DPT-HB-Hib 1 dan Polio 2), usia 3 bulan diberikan (DPT-HB-Hib 2 dan Polio 3), usia 4 bulan diberikan (DPT-HB-Hib 3, Polio 4 dan IPV atau Polio suntik), dan usia 9 bulan diberikan (Campak atau MR).
Untuk imunisasi lanjutan, bayi bawah dua tahun (Baduta) usia 18 bulan diberikan imunisasi (DPT-HB-Hib dan Campak/MR), kelas 1 SD/madrasah/sederajat diberikan (DT dan Campak/MR), kelas 2 dan 5 SD/madrasah/sederajat diberikan (Td). Vaksin Hepatitis B (HB) diberikan untuk mencegah penyakit Hepatitis B yang dapat menyebabkan pengerasan hati yang berujung pada kegagalan fungsi hati dan kanker hati. Vaksin DPT-HB-HIB diberikan guna mencegah 6 penyakit, yakni Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B, serta Pneumonia (radang paru) dan Meningitis (radang selaput otak) yang disebabkan infeksi kuman Hib.
Lalu apakah imunisasi hepatitis akan menawarkan perlindungan dari hepatitis misterius saat ini?
Imunisasi untuk hepatitis A dan B telah menambahkan lapisan perlindungan bagi anak-anak yang mungkin terpapar. Vaksin-vaksin ini ditambahkan ke dalam jadwal imunisasi nasional masing-masing pada tahun 1980 dan 1995. Sayangnya saat ini tidak ada vaksin untuk hepatitis C, D, atau E.
Setidaknya 74 dari anak-anak dengan hepatitis telah dites positif untuk adenovirus umum. Ahli gastroenterologi anak dan ahli hepatologi di Stanford Children’s Health, Leina Alrabadi, MD, mengatakan kepada Verywell bahwa adenovirus dapat menyebabkan hepatitis berumur pendek, tetapi biasanya tidak berkembang menjadi gagal hati. Situasi ini jarang terjadi pada adenovirus.
“Itulah sebabnya para dokter terus mengawasinya di seluruh dunia,” kata Leina.
Anak-anak dilindungi dari beberapa virus yang menyebabkan hepatitis melalui imunisasi. Tetapi belum ada vaksin yang melindungi anak dari hepatitis misterius ini yang diduga disebabkan oleh adenovirus.
Dalam laman Channel News Asia, Ahli Gastroenterology, Hepatology dan Pelayanan Gizi di KK Women’s and Children’s Hospital (KKH) Singapura dan Konsultan Paediatrician di Thomson Paediatric Centre dr. Ang Ai Tin mengatakan penyebab kasus hepatitis akut global masih belum diketahui pada tahap ini. Maka menurutnya terlalu dini untuk memastikan peran dan fungsi vaksinasi atau imunisasi rutin.
Adenovirus Diduga Penyebabnya
Menurut dr. Ang, virus yang terdeteksi dan dicurigai dalam kasus di seluruh dunia, mungkin terkait dengan adenovirus tipe 41F. Adenovirus biasanya tidak menyebabkan hepatitis pada anak-anak tetapi pada anak-anak sebetulnya.
“Tetapi pada kasus ini, mungkin ada kofaktor, seperti toksin atau infeksi virus sebelumnya,” katanya.
Selain itu, dr. Chan juga mencatat bahwa adenovirus ditemukan di banyak kasus yang dilaporkan. Menurutnya, iniadalah virus dengan banyak varian dan jenis genetik.
“Infeksi terjadi pada semua usia, meskipun terutama pada anak kecil, dan setiap saat sepanjang tahun,” katanya.
Adenovirus 41 dikenal terkait dengan radang lambung atau usus (gastroenteritis akut). Ini juga diketahui menyebabkan hepatitis pada anak-anak dengan sistem kekebalan yang lemah. Namun, sebagian besar anak-anak dalam kelompok kasus hepatitis misterius ini umumnya sehat.
Gejalanya
Biasanya menyebabkan demam, penyakit pernapasan seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, gastroenteritis, katanya. Adenovirus biasanya tertular lewat droplet atau sekresi pernapasan, atau kontak langsung dengan orang yang terinfeksi, tinja atau permukaan yang terkontaminasi.
“Virus ini bisa bertahan di permukaan lingkungan untuk waktu yang lama. Orang yang terinfeksi menular dalam beberapa hari pertama sakit,” katanya.
“Anak-anak tetap rentan terhadap penyakit menular pada masa kanak-kanak, orang tua harus tetap waspada. Selalu jaga kebersihan,” kata ahli.
Editor : Banu Adikara
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Saksikan video menarik berikut ini:
© PT Jawa Pos Grup Multimedia