TEMPO.CO, Jakarta – Amir atau Pemimpin Khilafatul Muslimin wilayah Bekasi, Abu Salma, menyatakan kenal AS, pria 74 tahun yang merupakan salah satu tokoh Khilafatul Muslimin. AS ditangkap Polda Metro Jaya di Mojokerto, Jawa Timur, pada dini hari Senin, 13 Juni 2022.
“Ya kenal, memang hampir semua warga kekhalifahan Islam ini biar jumlahnya banyak memang kami saling mengenal. Walaupun mungkin tidak akrab, tapi kami mengenal,” ujar dia kepada Tempo pada Selasa, sore, 14 Juni 2022.
Menurut Abu, AS saat ini diopinikan dan disamakan ‘Menteri Pendidikan’. Padahal, maksudnya bukan sebagai menteri sebuah negara. Dia menjelaskan bahwa di Khilafatul Muslimin, ada kepala-kepala tarbiyah wa ta’lim khusus pendidikan. Kepala-kepala tersebut dikomandoi seseorang yang disebut wazir atau pembantu kepala dan AS menjabat itu.
Namun, saat ini menjadi salah kaprah, karena seolah-olah disamakan sebagai menteri sebuah negara. Abu menerangkan, jika misalnya memang ada yang bilang disederajatkan dengan menteri silakan saja, tapi dia meminta agar hal itu jangan dilebih-lebihkan.
Boleh juga disamakan seperti ustadz, guru, kepala, atau rais. “Cuma jangan di-framing atau di-branding seolah-olah ini adalah menteri atau Mendikbudristek, ini kan kurang tepat gitu,” tutur Abu.
AS pensiunan Korps Komando
Abu Salma juga mencerikan bahwa AS merupakan sosok dengan postur badan yang gempal. Namun, sudah usia lanjut, hampir sebaya dengan Pimpinan Khilafatul Muslimin yang dia sebut sebagai kholifah, Ustad Abdul Qadir Hasan Baraja. “Jadi AS memang punya perawakan yang lebih tinggi. Beliau pensiunan Korps Komando atau KKO,” katanya.
Dia meminta agar hal-hal yang diopinikan negatif terhadap AS dihentikan. “Dan narasi-narasi yang tidak tepat perlu diklarifikasi,” ujar Abu.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Endra Zulpan menjelaskan bahwa penangkapan AS dilakukan pada dini hari Senin, 13 Juni 2022, pada pukul 00.30 WIB. Dari penangkapan tersebut polisi menemukan data ada sekitar 30 sekolah yang terafiliasi ajaran khilafah. 
“Ini dilakukan atau penanggung jawabnya dari ormas ini adalah tersangka AS yang kita tangkap di Mojokerto,” ujar dia saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan pada Senin.
Zulpan menolak memberikan detail data di mana saja 30 sekolah itu berada. Dia hanya mengatakan bahwa informasi itu baru temuan awal dan dari pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik Polda Metro Jaya. “Ya nanti belum bisa disampaikan. Ini merupakan dasar penyidik melakukan penangkapan terhadap tersangka itu. Nanti disampaikan lebih detailnya,” tutur Zulpan.
Tokoh Khilafatul Muslimin berinisial AS itu memiliki jabatan sebagai menteri pendidikan yang memberikan doktrin-doktrin khilafah. “Berperan bagian kewenangan doktrin khilafah, dia sebagai menteri pendidikan,” ujarnya.
Ditangkapnya AS menambah banyak jumlah tokoh Khilafatul Muslimin yang ditangkap. Jumlahnya menjadi enam, selain AS, ada Abdul Qadir Hasan Baraja alias AQHB, AA, IN, FA, dan SU. Mereka disebut sebagai tokoh sentral ormas. 
Seluruhnya diduga telah melakukan tindak pidana menghasut, mengembangkan, serta menyebarkan ajaran atau faham khilafah yang bertentangan dengan Pancasila serta penyampaian berita bohong yang berakibat keonaran di kalangan masyarakat.
Baca juga: Pesantren Khilafatul Muslimin di Bekasi Gratis, Tanpa Kelas, dan Paling Tua
Polda Metro menyatakan kegiatan sekolah dan pesantren Khilafatul Muslimin dilarang. Demikian pula penggunaan atributnya. Deklarasi setia NKRI.
Deklarasi tersebut menandakan kesadaran para korban Khilafatul Muslimin di Bekasi bahwa pemahamannya selama ini salah.
Kepala BNPT Boy Rafli Anwar mengatakan pihaknya tengah mengupayakan adanya konseling untuk anak yang bersekolah di lembaga Khilafatul Muslimin.
Menurut Kapolda Metro Jaya Fadil Imran, kegiatan yang dilakukan ormas Khilafatul Muslimin termasuk hidden crime. Apakah artinya?
Hengki Haryadi mengatakan pihaknya sedang menyelidiki sumber dana dari kelompok Khilafatul Muslimin yang terendus dari luar negeri.
Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Badan Komunikasi Nasional Desa Se-Indonesia menyatakan koalisi pendukung Anies Baswedan dipimpin dosen.
Hengki Haryadi mengatakan pihaknya belum bisa menungkap jumlah duit yang ada di 21 rekening Khilafatul Muslimin yang dibekukan.
Polisi mengungkap fakta terbaru terkait penemuan duit Rp 2,3 miliar di kantor Khilafatul Muslimin
Khilafatul Muslimin mengambil alih pengelolaan Pesantren Ukhuwwah Islamiyyah. Kini harus menghentikan aktivitas, para santri dipulangkan.
Berawal dari konvoi motor yang viral di Brebes, anggota Khilafatul Muslimin di Brebes ini mulai berurusan dengan polisi. Empat hari diperiksa polisi.

source