Update Corona 26 Mei: Covid-19 Meluas, Beijing Pecat Pejabat Kesehatan, Wakil Wali Kota Mundur
KOMPAS.com – Update corona atau Covid-19 di Indonesia dan dunia, Kamis (26/5/2022).
Berdasarkan data real time Worldometers pada Kamis (26/5/2022) pagi, total kasus virus corona secara global, yakni:
Baca juga: [POPULER TREN] Video Viral Bocah 7 Tahun Berjualan Koran demi Menyambung Hidup
Berdasarkan satgas Covid-19, Rabu (25/5/2022), Indonesia melaporkan penambahan 315 kasus harian baru. Selengkapnya sebagai berikut:
Total kasus Covid-19 Indonesia hingga saat ini sebagai berikut:
Kasus aktif Covid-19 naik lagi, dan ini sudah hari kedua berturut-turut.
Peningkatan ini setelah ada penambahan 315 kasus harian Covid-19 dari 21 provinsi, dengan jumlah orang dites tak sampai 60 ribu. pic.twitter.com/eFXJcSM5Tx
Dikutip dari Kontan, Beijing memecat pejabat tinggi kesehatannya, ketika ibu kota China itu memerangi lonjakan kasus Covid-19.
Kepala Komisi Kesehatan Beijing Yu Luming dicopot dari posisinya, seperti dilansir Channel News Asia.
Yu diduga melakukan pelanggaran serius terhadap disiplin dan hukum.
“Yu saat ini sedang menjalani pemeriksaan disipliner dan penyelidikan pengawasan,” sebut Xinhua, tanpa memberikan perincian lebih lanjut.
Sementara itu, Beijing News milik Partai Komunis juga melaporkan bahwa Wakil Wali Kota Beijing Wang Hong mengajukan pengunduran dirinya. Tapi, laporan singkat Beijing News tidak menyebutkan alasannya.
Pejabat lokal yang tidak mampu menahan wabah Covid-19 di China secara teratur dipecat atau dihukum sejak pandemi bergulir.
Ini termasuk beberapa pejabat Shanghai, setelah wabah yang membuat kota terhenti.
Infeksi virus corona subvarian omicron BA.2 lebih cenderung bergejala dibandingkan varian lainnya.
Hal itu menurut sebuah studi pracetak yang melibatkan data dari lebih dari 1,5 juta orang di Inggris dikutip dari Arstechnica, Rabu (25/5/2022).
Gejala ini diyakini mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat, dibandingkan dengan infeksi BA.1.
Penulis penelitian menganalisis laporan gejala yang terkait dengan infeksi strain dan varian virus corona leluhur alfa, delta, omicron BA.1, dan omicron BA.2.
Mereka menemukan bahwa infeksi BA.2 adalah yang paling mungkin menyebabkan gejala dibandingkan dengan semua varian lainnya.
Dikutip dari PMLive, Rabu (25/5/2022), menurut data praklinis baru dari Universitas Oxford, vaksin AstraZeneca efektif dalam melindungi dari varian Omicron yang muncul.
Temuan ini dilaporkan secara online di bioRxiv, server pracetak.
Hasil ini konsisten dengan data sebelumnya dari beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa Evusheld mempertahankan aktivitas penetral yang kuat terhadap Omicron BA.2, varian dominan yang beredar saat ini.
Vaksin AstraZeneca juga mampu menetralkan semua varian yang diuji hingga saat ini.
Wakil presiden senior dan kepala pengembangan akhir, vaksin dan terapi kekebalan di AstraZeneca, John Perez mengatakan, pembuatan vaksin Evusheld Astrazeneca ini sejak awal dibuat untuk mengakali virus Covid-19 dan tetap kuat menghadapi kemampuan virus untuk bermutasi dengan cepat.
“Temuan ini lebih lanjut mendukung Evusheld sebagai opsi penting untuk membantu melindungi populasi rentan seperti immunocompromised yang tidak dapat merespon secara memadai terhadap vaksinasi Covid-19 dan berisiko tinggi untuk penyakit parah,” ujar Perez.
Vaksin AstraZeneca Evusheld adalah kombinasi dari dua antibodi kerja panjang yang berasal dari sel B yang disumbangkan oleh individu yang sebelumnya terinfeksi virus Covid-19.
Dikutip dari Financial Express, Jumat (25/5/2022), sebuah studi komparatif yang dilakukan di Institut Spallanzani Italia telah mengungkapkan bahwa vaksin virus corona Sputnik V menunjukkan perlindungan yang lebih besar terhadap varian omicron dari Covid-19.
Studi ini dilakukan oleh tim peneliti gabungan Italia-Rusia yang mewakili Institut dan Pusat Gamaleya.
Studi menunjukkan bahwa 2 dosis Sputnik V memberikan titer rata-rata geometrik (GMT) antibodi penetral virus terhadap varian Omikron Covid-19 yang lebih tinggi daripada 2 dosis vaksin Pfizer (total 2,1 kali lebih tinggi dan 2,6 kali lebih tinggi 3 bulan setelah vaksinasi).
Menurut temuan penelitian, vaksin Sputnik menyediakan antibodi penawar virus titer tinggi untuk varian Omicron.
Para ilmuwan mengungkapkan bahwa keuntungan dari Sputnik V adalah penggunaan glikoprotein S asli (protein lonjakan tanpa stabilisasi prolin dan modifikasi lainnya) dan penggunaan rejimen vaksinasi prime-boost heterolog.
Sputnik V telah disahkan di 71 negara dengan total populasi lebih dari 4 miliar orang, dan Sputnik Light di lebih dari 30 negara sebagai vaksin Covid-19.
Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.
Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.
Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.
Kita peduli, pandemi berakhir!
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Kunjungi kanal-kanal Sonora.id
Motivasi
Fengshui
Tips Bisnis
Kesehatan
Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi Kompas.com
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.