Berita Harian ONLINE
Bidan pada Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Eromoko I, Ida Tri Purbaningsih menjelaskan selama periode cuti bersama Hari Raya Idulfitri, pelayanan di Puskesmas mengalami sedikit penyesuaian. Meski demikian, para dokter, bidan, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya tetap siaga jika ada panggilan darurat.
“Dokter dan bidan bergantian jaga dengan sistem piket, pada hari H lebaran kami juga siaga on call karena kondisi darurat tidak pernah bisa kita ketahui dan bisa terjadi kapan saja,” ujarnya saat ditemui usai memeriksa seorang warga, Jumat (06/05).
Pelayanan di UPTD Puskesmas Eromoko I mulai kembali aktif berjalan sejak 4 Mei 2022. Selama musim libur lebaran, rata-rata lima puluh hingga seratus orang perhari memeriksakan diri ke Puskesmas dengan beragam keluhan.
Wanita yang telah mengabdi sebagai pegawai negeri sipil (PNS) selama 19 tahun ini juga menjelaskan, vaksinasi Covid-19 terus berjalan baik untuk dosis pertama, kedua, maupun booster. Menurutnya, ini menjadi salah satu ikhtiar agar penularan Covid-19 tidak kembali meledak usai Hari Raya.
Meski kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Wonogiri terbilang cukup rendah, para tenaga kesehatan tanpa lelah mengajak masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi lengkap jika belum. Hingga 5 Mei 2022, cakupan vaksinasi kumulatif masyarakat dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) Kabupaten Wonogiri telah mencapai 104 persen.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Wonogiri yang dirilis pada laman wonogirikab.go.id, kasus aktif di Kabupaten Wonogiri hingga 5 Mei 2022 tercatat tiga orang. Satu kasus ada di Kecamatan Wonogiri, satu kasus di Kecamatan Sidoharjo, dan satu kasus berada di Kecamatan Girimarto.
Masyarakat dapat secara aktif memantau perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Wonogiri melalui laman tersebut. Pemerintah Kabupaten Wonogiri juga membuka layanan informasi penanganan Covid-19 yang dapat diakses melalui nomor 08112591119.
Ida juga mengajak masyarakat agar tidak lelah menerapkan protokol kesehatan dan membumikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Utamanya ditengah munculnya hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya baru-baru ini.
Dijelaskan, beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan adalah rutin mencuci tangan dengan sabun, mencuci seluruh bahan makanan hingga bersih, memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih. Selanjutnya, tidak bergantian alat makan, menghindari kontak dengan orang sakit, menjaga kebersihan serta disiplin protokol kesehatan.
“Kami berharap agar kondisi yang ada sekarang bisa terus membaik dan masyarakat bisa terus mematuhi protokol kesehatan dan menerapkan PHBS dimanapun berada,” tandasnya.
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.
bangga kencana bea cukai bkkbn BKKBN Jatim BUMN Covid-19 Djuyoto Suntani dpd Dpd RI dpr DPR RI eri cahyadi G20 gubernur jatim Gubernur Khofifah Kader Pendata Kader PK 2021 KAPER BKKBN JATIM Kapolri Kemenag Kemendagri Kementerian PUPR KOMINFO LANYALLA Menag Mendagri Menpora RI MPR RI Pandemi Covid-19 PANRB Pendataan Keluarga Pertamina PK 2021 POLDA BANTEN Polda Jatim POLRI PRESIDEN PRESIDEN RI SETKAB Stunting SUKARYO TEGUH SANTOSO TNI TNI AD UMKM WAPRES
Kebijaksanaan adalah kemampuan untuk menggambarkan orang lain sebagaimana mereka melihat diri mereka sendiri
Sindikat Post, Sidoarjo – Catatan Sejarah Ditorehkan Timnas Indonesia dengan…