PRAYA-Tinggal 10 dari total 29 puskesmas di Lombok Tengah yang belum direnovasi. Kondisinya saat ini masih berlantai satu dengan bangunan lama. Dinas Kesehatan (Dikes) setempat berharap tahun ini dan tahun depan ada perubahan.
“Untuk rehab total satu puskesmas butuh anggaran Rp 6,5 miliar. Itu fisik bangunannya saja,” kata Kepala Dikes Loteng HM Suwardi, Jumat (8/4).
Jika ditambah dengan alat-alat kesehatan dan satu unit mobil ambulans maka bisa menghabiskan anggaran sebesar Rp 7,2 miliar. Artinya, kata Suwardi jika dikalikan 10 puskesmas, maka dikes membutuhkan anggaran mencapai Rp 72 miliar.
Ke-10 puskesmas itu yakni Puskesmas Aikmual di Desa Aikmual, Kecamatan Praya. Kemudian Puskesmas Kopang di Desa Kopang Rembiga dan Puskesmas Muncan di Desa Muncan, Kecamatan Kopang. Puskesmas Bonjeruk di Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat dan Puskesmas Teruwai di Desa Teruwai, Kecamatan Pujut.
Berikut Puskesmas Pengadang di Desa Pengadang, Kecamatan Praya Tengah. Puskesmas Aik Darek di Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang. Puskesmas Darek di Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya. Puskesmas Pringgarata di Desa Pringgarata, Kecamatan Pringgarata dan terakhir usulan pembangunan puskesmas baru di Rambitan.
“Kenapa kita bangun di Rambitan, karena warga Rambitan dan sekitarnya mau ke Puskesmas Sengkol dan Puskesmas Kuta jauh,” paparnya.
Dikatakan, kalau bicara ideal jumlah puskesmas, seharusnya Loteng memiliki 36-40 puskesmas. Per satu puskesmas melayani 30 ribu warga. Jadi, masih butuh 7-11 puskesmas lagi. Pembangunannya tentu menyesuaikan dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas
Sedangkan jumlah puskesmas pembantu (pustu) ada 95 unit dan polindes 135 unit. Itu tersebar di 139 desa/kelurahan diseluruh Loteng.
“Untuk pustu ada beberapa yang mau kita rehab. Itu kita minta lewat dana alokasi umum (DAU),” ujar mantan Kepala Dikes Lombok Timur tersebut.
Sementara itu, Wakil Bupati Loteng HM Nursiah mengatakan, layanan kesehatan menjadi satu dari tujuh program prioritas bupati dan wakil bupati. Sasaran utamanya yakni, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di segala usia. Itu bisa dilihat dari capaian usia harapan hidup.
“Di mana Loteng tahun lalu mencapai 66,38 tahun, atau meningkat dibandingkan tahun 2020 mencapai 66,21 tahun,” terang Nursiah. (dss/r5)

source