Merdeka.com – Kementerian Keuangan mulai akan mengurangi anggaran sejumlah anggaran prioritas yang sejak 2020 mengalami peningkatan signifikan. Antara lain pos anggaran sektor kesehatan dan perlindungan sosial. Pada sektor kesehatan, di 2023 pemerintah akan menganggarkan sekitar Rp 155 triliun sampai Rp 193,7 triliun.
“Kita akan menuju normalisasi, sehingga tahun 2023 ini pengeluaran sektor kesehatan di rentang Rp 155 triliun – Rp 193,7 triliun,” kata Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara dalam Rakorbangpus 2022: Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah 2023, Jakarta, Kamis (21/4).
Suahasil menjelaskan, pada tahun 2019, anggaran untuk kesehatan yang disiapkan pemerintah hanya Rp 113,6 triliun. Kemudian di tahun 2020 naik menjadi Rp 119,9 triliun. Akibat pandemi, pemerintah memberikan tambahan Rp 52,4 triliun lewat alokasi dana PC PEN, sehingga totalnya Rp 172,3 triliun.
Di 2021, pemerintah menganggarkan dana sektor kesehatan sebesar Rp 121,8 triliun. Namun karena ada lonjakan kasus Covid-19, pemerintah kembali menambah anggaran Rp 190,6 triliun yang juga lewat anggaran PEN. Sehingga anggaran kesehatan di tahun 2021 312,4 triliun.
Pada 2022, pemerintah menganggarkan Rp 139 triliun dan memberikan tambahan melalui pos anggaran PEN sebesar Rp 116,4 triliun. Sehingga totalnya anggaran yang disediakan Rp 255,4 triliun.
Hal yang sama juga terjadi di pos anggaran perlindungan sosial. Tahun 2023 nanti pemerintah mengalokasikan sebesar Rp 349,9 triliun sampai Rp 432,2 triliun.
“Tahun 2023 kita siapkan Rp 349 triliun sampai Rp 432,2 triliun, ini kita tetap siap-siap terus,” katanya.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan tahun 2021, anggaran untuk perlindungan sosial seesar Rp 308,4 triliun. Kemudian meningkat menjadi Rp 498,0 triliun. Terdiri dari anggaran yang disiapkan secara reguler sebesar Rp 293,2 triliun dan Rp 204,7 triliun lewat pos anggaran PC PEN.
Di tahun 2021 anggaran reguler perlindungan sosial diturunkan menjadi Rp 339 triliun. Namun karena perkembangan kasus Covid-19 yang cepat, pemerintah menambah bantalan sosial sebesar Rp 129,6 triliun. Sehingga totalnya Rp 469,4 triliun.
Anggaran reguler perlindungan sosial tahun ini juga diturunkan menjadi Rp 332,1 triliun. Namun pemerintah tetap menyiapkan tambahan anggaran melalui pos anggaran PEN sebesar Rp 99,4 triliun.
Sementara itu, untuk pos anggaran pendidikan dan infrastruktur mengalami peningkatan. Di tahun 2023 nanti anggaran pendidikan direncanakan sebesar Rp 563,3 triliun sampai Rp 595,9 triliun.
“Anggarannya memang cukup besar karena sesuai dengan amanat undang-undang yang mengalokasikan 20 persen dari total APBN,” kata dia.
Anggaran APBN 2023 untuk infrastruktur berada dalam rentang Rp 367,7 triliun sampai Rp 402, triliun. Jumlahnya dinaikkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dasar seperti perumahan, air minum dan sanitasi. Termasuk infrastruktur pendukung transformasi ekonomi seperti ICT, energi, konektivitas dan IKN.
Adapun arah kebijakan anggaran prioritas ini ditujukan untuk peningkatan kualitas SDM melalui tiga cara. Pertama, mendukung transformasi sistem kesehatan dengan penguatan preventif dan promotif yang mendorong kemandirian sektor kesehatan.
Kedua, akselerasi reformasi perlindungan sosial dengan penyempurnaan perlindungan sosial sepanjang hayat berupa bantuan sosial lansia dan disabilitas,, perlindungan sosial adaptif dan perlindungan sosial pemberdayaan. Ketiga meningkatkan kualitas pendidikan dengan penguatan PAUD, akses pendidikan dan kompetensi guru.
Baca juga:
Belanja Pendidikan Capai Rp103,5 Triliun, Salah Satunya Bayar Tunjangan Profesi Guru
Potensi Belanja Pemerintah untuk Produk UMKM Tahun ini Capai Rp747 Triliun
Sri Mulyani: APBN Kita Mulai Pulih Kesehatannya
Realisasi Subsidi Energi Melonjak Tajam Hingga Tembus Rp38 Triliun
Sri Mulyani Catat APBN Surplus Rp10,3 Triliun di Kuartal I-2022
Realisasi Belanja APBN Kuartal I Capai Rp490,6 T, ini Penyedot Anggaran Terbesar
Keuangan Negara 2 Bulan Pertama 2022 Diklaim Alami Surplus
Advertisement
Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami
Detik-Detik Sebelum Anak Ridwan Kamil Hilang Terseret Arus Sungai Aare
Peristiwa 29 Mei: Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional, Ini Sejarahnya
Data Seputar Gagal Jantung: Penyakit Nomor Satu di Indonesia
BPBD DKI Keluarkan Peringatan Banjir Rob di 9 Wilayah Jakut
Erick Thohir Bertemu COO Amazon Studios di Amerika Serikat, Bahas Apa?
Kementerian PUPR Bangun Terminal VVIP di Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk KTT G20
Sisa 32 Hari Lagi, Program Pengungkapan Sukarela Berhasil Ungkap Harta Rp106 Triliun
Erick Thohir Gelar Doa Bersama untuk Eril yang Hilang di Sungai Aare Swiss
Ekonomi Membaik, Industri Keramik Tanah Air Mulai Melebarkan Sayap Bisnis
Menhub Budi Kaji Pengembangan Transportasi Tanpa Sopir di Indonesia
Sandiaga Uno Bertemu Tony Fernandes: AirAsia Buka Rute Internasional di Belitung
Presidensi G20 Penting Tingkatkan Akses Masyarakat Pedesaan ke Ekonomi Digital
Kepercayaan Investor Terus Tumbuh, BRI Masuk Top 50 Emiten & Best Financial Sector
Pemerintah Lepas Ratusan Hektare Kawasan Hutan untuk Tol Trans Sumatera
Jumlah CPNS Mengundurkan Diri Turun dari 105 Jadi 100 Orang
Pasokan Gas Dipastikan Aman Pasca Insiden di Medan
Simak Tips Sederhana Atur Anggaran Bulanan
Pabrik Wajib Beli Gula dari Petani Tebu Minimal Rp 11.500 per Kg
Bicara Reshuffle, Sekjen PDIP Sindir Minyak Goreng Langka & Ekonomi Lambat
Anggota DPR Pertanyakan Rencana Menko Luhut Audit Lahan dan Konsesi Sawit
Kejagung Targetkan Berkas Kasus Mafia Minyak Goreng Rampung Bulan Depan
Kasad Perintahkan Seluruh Pangdam Pantau Ketersediaan dan Harga Minyak Goreng
Jokowi: Inflasi Terkendali Karena Pemerintah Tahan Harga BBM dan Listrik
Jokowi: Harga BBM di Singapura Rp32.400 per Liter, Kita Pertalite Masih Rp7.650
Jokowi Soal Harga BBM: Subsidi APBN Gede Sekali, Tahan Sampai Kapan?
Demo di Patung Kuda, Buruh dan Mahasiswa Bawa Empat Tuntutan Ini
Presiden Ukraina Peringatkan Dunia Terancam Krisis Pangan karena Perang
Mantan Tentara AL Korsel Mengaku Ikut Berperang di Ukraina dan Ingin Balik Lagi
AS Siap Kirimkan Roket Jarak Jauh ke Ukraina yang Bisa Jangkau Wilayah Rusia
Afrika Disebut Turut Jadi Korban Perang Rusia-Ukraina
Update Covid-19 Hari Ini 29 Mei 2022: Kasus Positif Bertambah 242 Orang
Data Covid Hari Ini 28 Mei 2022: Kasus Positif Bertambah 279, Kematian 8 Orang
Tiga Jurus Bank Indonesia Bangkitkan UMKM Pasca Pandemi Covid-19
Turun 50 Persen, Santunan Kecelakaan Jasa Raharja Capai Rp44 M di Musim Mudik Lebaran
Evaluasi Mudik Lebaran, Jokowi Minta Rekayasa Lalu Lintas Diperbaiki
Per 10 Mei, KAI Tolak Berangkatkan 707 Penumpang Terkait Covid-19
Frekuensi Belanja Masyarakat Meningkat Tajam di Ramadan 2022
Advertisement
Advertisement
Detik-Detik Sebelum Anak Ridwan Kamil Hilang Terseret Arus Sungai Aare
"Saya Tak Pernah Membayangkan Penembakan Ini Terjadi Di Komunitas yang Damai Ini"
Adu Pasal Penjabat Kepala Daerah Diisi TNI Aktif, Boleh atau Tidak?