JawaPos.com- Semestinya tahun ini Sidoarjo memiliki dua puskesmas baru. Dalam APBD sudah tercantum pembangunan dua fasilitas kesehatan (faskes) baru dengan alokasi anggaran masing-masing sekitar Rp 7,5 miliar untuk pengerjaan fisik saja. Tidak termasuk sarana-prasarana maupun alat kesehatan (alkes). Namun, rencana tersebut tidak berjalan mulus.
Hingga kemarin (7/3), hanya satu puskesmas yang dinyatakan lolos feasibility study (FS) atau studi kelayakan. Yakni, Puskesmas Urangagung di Kecamatan Sidoarjo. Yang tidak lolos adalah Puskesmas Bebekan di Kecamatan Taman.
”Untuk puskesmas di Bebekan, Taman, FS dihentikan. Lokasi pem_bangunan dianggap tidak layak,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo drg Syaf Satriawarman SpPros.
Salah satu alasannya adalah lahan puskesmas dinilai terlalu sempit. Selain itu, posisi atau area tempat bakal puskesmas dekat dengan jalan raya. Jarak bangunan dengan jalan tidak memadai digunakan sebagai tempat parkir pasien atau pengunjung puskesmas. Akibatnya, warga sulit mengakses layanan kesehatan dan kelancaran lalu lintas dapat terganggu.
”Jadi, tahun ini yang pasti membangun satu puskesmas dulu. Jika akan membuat yang baru lagi, kami harus mengusulkannya pada perubahan anggaran keuangan (PAK),” kata Syaf.
Dia menjelaskan, anggaran pembangunan puskesmas di Bebekan tidak bisa serta-merta dialihkan untuk membangun puskesmas ke tempat lain tanpa melalui prosedur pengajuan terlebih dahulu kepada tim anggaran.
Editor : M. Sholahuddin
Reporter : may/c14/any
Saksikan video menarik berikut ini:
© PT Jawa Pos Grup Multimedia