Meski mengenakan masker, kegembiraan tetap tampak di wajah Yuliana Duwith. Ia tengah menyaksikan seorang tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin campak dan rubela ke lengan kanan atas Meylan, putrinya. Di sebelah Yuliana, duduk berjejer puluhan ibu lain. Dengan sabar, mereka mengantre di luar Posyandu Sejahtera, duduk di sisi dinding bercat hijau, menanti giliran anak-anak mereka.
Posyandu Sejahtera sempat ditutup pada Maret 2021 akibat COVID-19. Yuliana sempat cemas memikirkan layanan kesehatan untuk kedua putrinya. Pada bulan Mei, datang kabar baik bahwa posyandu telah dibuka kembali. Yuliana pun segera membawa anak-anaknya untuk divaksin.
“Waktu dikasih tahu oleh tenaga kesehatan bahwa ada vaksin, kami buru-buru ke sini,” katanya.
Suasana pada pagi yang cerah di bulan November itu memang amat berbeda dari suasana beberapa bulan sebelumnya. Saat itu, dari seluruh keluarga di Desa Malawili yang sudah terdaftar di posyandu, hanya sepertiga yang membawa anak-anak mereka untuk menerima vaksin.
Bagi para tenaga kesehatan di Papua Barat, program vaksinasi untuk anak senantiasa menantang akibat medan berat yang harus dilalui dan terbatasnya infrastruktur di provinsi ini. Situasi ini diperparah oleh pandemi COVID-19; baik tenaga kesehatan dan orang tua takut terjangkit COVID-19. Dukungan dari orang-orang seperti Anda dapat membantu UNICEF mempertahankan pekerjaan ini untuk meningkatkan akses ke layanan kesehatan dan imunisasi rutin.
Papua Barat tak sendiri. Menurut data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), cakupan nasional vaksin difteri, pertusis, dan tetanus turun sekitar 20 persen poin pada tahun 2021 dibandingkan dengan tahun 2019.
“Sebelum pandemi, angka kematian anak sudah merupakan masalah besar di Papua Barat, meskipun telah ada kemajuan,” kata Kenny Peetosutan, Health Specialist di UNICEF Indonesia. “Terhambatnya imunisasi rutin dapat memperparah situasi ini, karena anak semakin berisiko terserang penyakit mematikan yang seharusnya dapat dicegah.”
 
Untuk memastikan imunisasi rutin berlanjut dalam masa pandemi, Kemenkes, bekerja sama dengan UNICEF dan WHO, membuat panduan vaksinasi aman yang telah diluncurkan dan disebarluaskan kepada tenaga kesehatan di 34 provinsi. Lebih lanjut, tenaga kesehatan juga dilatih cara memberikan vaksin secara aman kepada anak-anak dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Apakah Anda akan mendukung program penting ini?
Di samping protokol kesehatan, vaksinasi COVID-19 juga amat penting.
“Kami mendorong pemerintah daerah untuk memberikan vaksin COVID-19 kepada tenaga dan kader kesehatan agar posyandu bisa beroperasi seperti biasa,” jelas Asma Yunita, seorang tenaga kesehatan di Malawili. “Warga desa tidak mau datang kalau tenaga kesehatannya belum divaksin.”
Setelah seluruh tenaga di Posyandu Sejahtera mendapatkan vaksin lengkap, barulah posyandu dibuka sepenuhnya. Banyak keluarga yang awalnya ragu mengakses layanan, tetapi para tenaga dan kader kesehatan pantang menyerah. Mereka terus menghubungi para orang tua melalui grup WhatsApp dan kunjungan langsung ke rumah.
Hasilnya, Posyandu Sejahtera mampu melaksanakan program vaksinasi di tengah pandemi. Agustinus Wabia, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong, memuji para tenaga kesehatan. Menurutnya, merekalah ujung tombak layanan kesehatan di daerah tempat mereka bertugas..
“Mereka yang paling tahu situasi di lapangan. Mereka juga yang punya hubungan baik dengan masyarakat,” ujarnya. “Sebab itu, kesejahteraan mereka adalah salah satu prioritas kami.
Menurut Sugiyanti yang seorang kader kesehatan, ia gembira dapat melakukan tugasnya, terlebih saat melihat orang tua membawa anak-anak mereka untuk divaksin.
“Saya senang melihat para ibu peduli terhadap kesehatan anak-anak mereka,” katanya. “Misalnya Yuliana, yang rajin datang ke posyandu. Mudah-mudahan yang lain juga mengikuti.”
Yuliana pun bersyukur atas keberadaan para kader dan dedikasi mereka dalam mengedukasi orang tua tentang kesehatan dan kesejahteraan anak.
“Avrilia, putri saya yang pertama, aktif dan sehat, dan menurut saya dia seperti itu karena diimunisasi,” kata Yuliana, sambil bermain dengan kedua putrinya di rumah. “Saya ingin adiknya sama sehat dan aktif seperti kakaknya.”
Uluran tangan Anda hari ini akan membantu UNICEF menjangkau ibu dan anak-anak mereka untuk memastikan mereka memiliki akses ke layanan kesehatan penting selama pandemi. Donasi Anda di sini dapat menyelamatkan hidup mereka.
Pertemuan Penting Mendesak Prioritas Air dan Sanitasi agar Target Kesehatan, Iklim dan Ekonomi Kembali ke Jalur
Di Indonesia, banyak anak kehilangan orang tua ‘dua kali lipat’, akibat pekerjaan dan COVID-19
Para siswa menjawab kerentanan COVID-19 dan membantu sekolah melalui program Kembali Belajar dengan Aman
Cakupan Imunisasi Anak Rendah Akibat COVID-19, Pemerintah Atasi dengan Bulan Imunisasi Anak Nasional

source