Macam Imunisasi Anak, Manfaat, dan Waktu Pemberiannya

KOMPAS.com -Imunisasi penting bagi anak sejak lahir, bayi, dan menginjak usia satu tahun.
Tujuan imunisasi adalah untuk melindungi anak dari risiko terserang penyakit.
Orangtua bisa mendapatkan imunisasi untuk anak mereka, baik secara gratis maupun berbayar dengan mendatangi fasilitas kesehatan, bidan, dan dokter terdekat.
Berikut seputar imunisasi anak, manfaat, jenis, hingga waktu pemberian imunisasi:
Baca juga: Apa Itu Surrogate, Metode yang Dipakai Priyanka Chopra Dapatkan Anak?
Imunisasi anak adalah proses meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak dengan memberikan vaksin yang berisi virus atau bakteri yang sudah dilemahkan, dibunuh, atau bagian-bagian dari bakteri (virus) tersebut telah dimodifikasi.
Vaksin diberikan dengan cara disuntikkan atau diminum (oral).
Setelah vaksin masuk ke dalam tubuh, sistem pertahanan tubuh akan bereaksi membentuk antibodi.
Baca juga: MPASI: Waktu Pemberian, Kandungan Nutrisi, dan Manfaatnya untuk Bayi
Manfaat imunisasi adalah untuk menghasilkan antibodi atau sistem pertahanan tubuh terhadap suatu virus atau bakteri yang bisa menyebabkan penyakit.
Virus atau bakteri apa yang dilawan tergantung pada jenis vaksin yang diberikan.
Tak hanya mencegah seorang anak terkena penyakit, imunisasi juga menjadi upaya pemerintah mencegah penyebaran penyakit.
Oleh karena itu, imunisasi anak menjadi program yang wajib diikuti oleh masyarakat.
Baca juga: Mengenal ASI: Kapan Diberikan, Kandungan, dan Manfaatnya untuk Bayi
Kemenkes dan IDAI menerbitkan daftar imunisasi rutin lengkap yang dilampirkan di setiap buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Dalam Buku KIA cetakan 2020, berikut daftar imunisasi rutin untuk anak usia 0-12 bulan:
Vaksin ini menjadi vaksin pertama yang akan diterima oleh bayi. Masa pemberiannya segera setelah kelahiran.
Sebelum diberikan HB 0 atau HB pertama, bayi sebaiknya disuntikkan vitamin K1, minimal 30 menit sebelumnya.
Vaksin Hepatitis B harus dilakukan sebelum 24 jam setelah jam kelahiran.
Selain itu, vaksin Hepatitis B ini harus diberikan 3 kali lagi pada usia 2, 3, dan 4 bulan bersama vaksin DPT.
2. BCG
Selanjutnya adalah vaksin BCG yang harus diberikan pada saat bayi berusia 0 sampai sebelum usia 1 bulan.
Baca juga: Feses Bayi Berbusa, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Vaksin polio diberikan pada bayi dalam bentuk tetes maupun suntik (IPV) sebanyak 4 kali.
Pemberian dilakukan pada usia 0 atau 1, 2, 3, dan 4 bulan dengan jarak interval pemberian vaksin adalah minimal 4 minggu.
4. DPT-HB Hib
Vaksin yang satu ini diberikan sebanyak 3 kali setiap bulannya dan bisa dimulai sejak usia 2 bulan.
Sama seperti vaksin Polio, vaksin DPT-HB Hib juga harus diberikan dengan jarak interval minimal 4 minggu.
Berikutnya, vaksin yang juga harus diberikan adalah vaksin Campak-Rubela.
Vaksin yang satu ini diberikan hanya satu kali pada usia 9 bulan.
Terakhir adalah vaksin JE. Vaksin JE diberikan dua kali pada usia 9 dan 10 bulan.
Baca juga: Kenali Beda Gumoh dan Muntah pada Bayi, Pahami agar Tak Keliru
Sementara itu, jika merujuk pada Rekomendasi Imunisasi Anak Umur 0-18 bulan IDAI 2020, berikut ini daftar imunisasi lengkap yang direkomendasikan untuk anak usia 0-12 bulan:
Namun, jika dosis pertama baru diberikan pada usia di atas 6 bulan, maka seorang bayi hanya perlu menerima 2 dosis vaksin PCV.
Untuk vaksinasi yang satu ini tidak boleh diberikan jika bayi melebihi usia 6 bulan. Jadi 3 dosis yang ada harus selesai saat usia 6 bulan dengan interval pemberian minimal 4 minggu.
Vaksin ini diberikan 2 kali dengan interval 6 minggu-3 bulan
Diberikan 2 kali dengan interval 6-12 bulan.
Semakin lengkap imunisasi diberikan kepada seorang anak, maka antibodi yang dimiliki seorang anak terhadap beragam kemungkinan serangan penyakit juga semakin lengkap.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Kunjungi kanal-kanal Sonora.id
Motivasi
Fengshui
Tips Bisnis
Kesehatan
Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi Kompas.com
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

source