Kemenkes Ingatkan, Imunisasi Dasar Anak Harus Dilakukan Selama Pandemi
KOMPAS.com – Sejak pandemi Covid-19 yang pertama kali ditemukan pada akhir 2019 lalu, berbagai layanan kesehatan di luar Covid terhambat. Salah satu yang menjadi masalah adalah imunisasi dasar anak lengkap di fasilitas layanan kesehatan seluruh Indonesia.
Memasuki tahun kedua sejak pandemi Covid-19 pertama diidentifikasi, Plt Dirjen Kesehatan Masyarakat drg Kartini Rustandi mengungkapkan, secara umum banyak program imunisasi yang masih belum selesai.
“Yang paling banyak, bayi usia 1 tahun 8 bulan untuk (vaksin) campak, itu banyak yang belum (imunisasi). Mungkin (karena) ibunya (terinfeksi) Covid, keluarga berduka, kan kita enggak bisa juga itu maksa (melakukan imunisasi) sehingga mau enggak mau kita harus sweeping (penyisiran),” ujar Kartini, Kamis (9/12/2021).
Saat ditanya apakah selama pandemi Covid-19 imunisasi dasar anak sudah membaik, Kartini berkata bahwa saat ini Kemenkes telah mengupayakan percepatan imunisasi.
Baca juga: Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak
Sebab, rencana Kemenkes di tahun depan menurutnya adalah melakukan beberapa strategi penyisiran imunisasi melalui output program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P).
“Sekarang ibu hamil memang harus kontrol, upayanya kita buat pedoman bagaimana prokes (protokol kesehatan) dilaksanakan,” ungkap Kartini.
Lebih lanjut, dia berkata di sektor pelayanan kesehatan pada ibu hamil, saat ini tidak bisa hanya sekadar konsultasi saja, tetapi harus mencakup berbagai pemeriksaan lengkap.
“Memang tidak bisa konsul saja, harus dipegang (diperiksa secara berkala) tinggi fundusnya, (Hb) darahnya. Misal Hb turun, sehingga kita tahu misalnya obatnya, kapan perlu ditangani,” jelasnya.
Lebih lanjut, dia berkata bagi balita yang membutuhkan imunisasi namun terhambat dengan situasi pandemi, petugas posyandu akan datang langsung ke rumah untuk mengecek kondisi anak.
“Di Bekasi, Kolaka kita liat kalo mereka (anak) enggak hadir (imunisasi), kader itu datang ke rumah untuk ukur berat bayi,” ungkap dr Kartini.
Upaya tersebut juga dinilai perlu dilakukan di seluruh wilayah di Indonesia.
Baca juga: Cegah KLB akibat Imunisasi Dasar Anak Tak Lengkap, IDAI Luncurkan LITTLe KU dan I-POINT
Secara umum pemulihan imunisasi dasar lengkap selama pandemi Covid-19 sudah mencapai lebih dari 50 persen.
Akan tetapi, mengingat kapasitas peserta di dalam ruangan dibatasi, maka imunisasi di posyandu akan dibagi menjadi beberapa grup atau kloter.

Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan.
Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.
Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.
Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.
Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.
Kita peduli, pandemi berakhir!
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Kunjungi kanal-kanal Sonora.id
Motivasi
Fengshui
Tips Bisnis
Kesehatan
Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi Kompas.com
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

source