Tuesday, 1 Zulqaidah 1443 / 31 May 2022
Tuesday, 1 Zulqaidah 1443 / 31 May 2022
Selasa 24 May 2022 17:45 WIB
Red: Reiny Dwinanda
Petugas Puskesmas Kecamatan Menteng melakukan sosialisasi terkait penyakit hepatitis akut disela pelaksanaan posyandu di Kawasan Pemukiman Jalan Ayer 5, Menteng, Jakarta, Rabu (18/5/2022). Kemenkes mengungkap, separuh dari 35 kasus dugaan hepatitis akut misterius tidak terbukti sebagai penyakit hepatitis yang belum diketahui penyebabnya.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril mengungkapkan, hingga kini totalnya ada 35 laporan kasus hepatitis akut misterius. Dari jumlah itu, separuhnya tidak terbukti secara klinis sebagai penyakit hepatitis akut misterius.
“Dari 35 kasus yang dilaporkan, terdapat 19 kasus (54,2 persen) pasien yang diklasifikasikan sebagai discharted,” kata Syahril, saat menyampaikan keterangan pers secara virtual yang diikuti dari Zoom di Jakarta, Selasa (24/5/2022).
Syahril menjelaskan “discharted” merupakan klasifikasi pasien dengan dugaan kasus hepatitis akut misterius yang telah memenuhi sejumlah kriteria pada penyakit lain berdasarkan hasil pemeriksaan patogen. Ia mengungkapkan, patogen lain yang ditemukan pada 19 pasien tersebut di antaranya pasien positif mengidap Cytomegalovirus (CMV) sebagai kelompok virus herpes yang dapat menginfeksi dan bertahan di tubuh manusia.
Selain itu, juga dideteksi pasien yang positif Covid-19. Syahril yang juga menjabat sebagai Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso merinci, sebanyak 11 pasien terkonfirmasi dengue, tiga pasien terinfeksi bacterial sepsis, dua pasien mengalami hepatitis A, serta sisanya, masing-masing satu pasien menderita dilated cardiomyopathy, drug induced hepatitis, dan leukemia.
Karena hal tersebut, menurut Syahril, maka dugaan kasus hepatitis akut misterius di Indonesia per 23 Mei 2022 tersisa 16 kasus, terdiri atas satu kasus probable dan 15 pending classification. Ia mengatakan, untuk klasifikasi pending masih menunggu hasil laporan patogen lain dari sejumlah laboratorium rujukan untuk mendeteksi kemungkinan penyakit lain, seperti hepatitis A, B, C, D atau E.
Dapatkan Update Berita Republika
Asosiasi Blockchain Apresiasi Pemungutan Pajak Perdagangan Aset Kripto
GoTo Catat Kenaikan Pendapatan 53 Persen di Q1-2022, Berhasil Kurangi Kerugian
Di Swiss John Riady Bahas Ekonomi Digital: Dominasi ASEAN Semakin Besar
Di Tengah Sanksi Barat, Rusia Pertimbangkan Kripto untuk Transaksi Internasional
Telkom Percepat Ekosistem Digital di Kota Malang
Teh Anget
MAN 1 Sleman Deklarasikan Madrasah Ramah Anak
Syariah Ekonomi
Wapres berpesan agar KIH yang telah dibangun di sejumlah daerah dioptimalkan.
Teh Anget
Babat Alas ‘New Area Mimaga’ Kulon Progo
Liga Inggris
Namun biaya yang diminta Tottenham sangat tinggi di usia Son yang sudah tua.
Blitz
Terungkap, Fakta Seputar Sungai Aare dan Pencarian Emmiril Khan
3 PHOTO
7 PHOTO
3 PHOTO
3 PHOTO
4 PHOTO
Selasa , 31 May 2022, 05:07 WIB
Selasa , 31 May 2022, 09:13 WIB
Phone: 021 780 3747
Fax: 021 799 7903
Email:
newsroom@rol.republika.co.id (Redaksi)
sekretariat@republika.co.id (Redaksi)
marketing@republika.co.id (Marketing)
Copyright © 2018 republika.co.id, All right reserved