STORY
Ketua Komisi IV DPRD Sragen Sugiyamto, menyebut sisa gaji pegawai terbanyak ditemukan di Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen yang mencapai Rp30 miliar.
SOLOPOS.COM – Legislator mengikuti rapat paripurna di Gedung Paripurna DPRD Sragen, Senin (6/6/2022). (Istimewa/Aris Surawan)
Solopos.com, SRAGEN – Komisi IV DPRD Sragen menemukan indikasi perencanaan anggaran pada APBD 2021 kurang matang di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) lantara adanya sisa gaji pegawai di hampir semua OPD di bawah koordinasi Komisi IV mencapai Rp30 miliaran. Sisa gaji pegawai tersebut menjadi penyumbang sisa lebih perhitungan anggaran (silpa) APBD 2021.
Penjelasan itu diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Sragen Sugiyamto saat ditemui wartawan di DPRD Sragen, Rabu (8/6/2022). Sugiyamto menerangkan hampir semua OPD di bawah leading sector Komisi IV DPRD Sragen menyisakan gaji pagawai yang cukup signifikan. Dia menyebut sisa gaji pegawai terbanyak ditemukan di Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen yang mencapai Rp30 miliar.
PromosiCara Meningkatkan Omzet & Performa di Tokopedia, Enggak Sulit Kok!
“Sisa gaji pegawai itu menyebar di semua puskesmas. Dengan laporan tersebut maka kami meminta data sisa gaji pegawai di seluruh OPD lainnya di bawah leading sector Komisi IV, seperti di Dispora [Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga] sebanyak Rp300 juta dan di Disnaker [Dinas Tenaga Kerja] sebanyak Rp98 juta. Kenapa gaji pegawai bisa sisa, karena pensiun atau bagaimana?” ujar legislator dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP) itu.
Dia menyebut ada 10 OPD yang masuk dalam koordinasi Komisi IV dan hampir semua ada temuan sisa gaji pegawai. Dengan sisa gaji pegawai itu, ujar dia, otomatis menyumbang Silpa APBD 2021 yang bisa digunakan pada APBD 2022.
“Kami melihat tata cara perencanaan anggaran di OPD itu tidak matang. Sisa gaji itu ternyata untuk cadangan gaji ketika ada PNS [pegawai negeri sipil] yang pindah ke Sragen. Ada pula gaji untuk guru tidak tetap [GTT] dan pegawai tidak tetap [PTT] sudah dianggarkan setahun. Demikian pula untuk PPPK [pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja] juga sudah dianggarkan setahun. Cadangan gaji pegawai ini menjadi besar. Mestinya OPD memiliki target waktu kapan pengangkatan honorer menjadi PPPK itu sehingga perencanaan anggarannya riil,” ujarnya.
Baca Juga: FPDIP DPRD Sragen Siap Patungan Kembalikan Gaji 2 Tahun Suwarti
Sekretaris DKK Sragen Fanni Fandani membenarkan bila sisa gaji pegawai di DKK mencapai Rp30 miliaran. Fanni menjelaskan sisa gaji pegawai itu untuk cadangan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan PPPK.
Sementara itu, juru bicara Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Sragen, dr. Aris Surawan, menyampaikan FPKS mengkritisi Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2021 yang diajukan Bupati ke DPRD Sragen dalam rapat paripurna beberapa hari lalu. Aris mendorong kepada Pemkab untuk menyampaikan ekstensifikasi apa saja yang bisa meningkatkan target pendapatan daerah. Dia juga menanyakan intensifikasi sumber-sumber pendapatan apa saja yang dilakukan Pemkab, terutama berkaitan dengan pajak dan retribusi.
“Potensi kebocoran anggaran bisa ditekan dengan kapasitas dan integritas pegawai, sehingga ada upaya peningkatan kapasitas dan integritas SDM [sumber daya manusia], khususnya pada pajak dan retribusi. Adanya e-budgeting, e-audit, dan e-procurement sudah mampukah menekan potensi kebocoran anggaran itu,” ujarnya.
Baca Juga: Begini Sejarah Asli Sendang Ontrowulan di Gunung Kemukus Sragen
Aris melihat ada penurunan pendapatan daerah dengan membandingkan realisasi pendapatan daerah 2020 dengan 2021. Dia menyebut seperti retribusi pelayanan pasar yang turun dari Rp6,44 miliar pada 2020 menjadi Rp4,68 miliar pada 2021. Dia mengungkapkan retribusi pengujian kendaraan bermotor juga turun dari Rp680,98 juta pada 2020 menjadi Rp610,74 juta pada 2021.
“Retribusi penggantian beaya cetak peta menurun dari Rp355,75 juta di 2020 menjadi Rp243,5 juta di 2021. Retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum juga statis di angka Rp729,32 juta pada 2020 dan 2021,” ujarnya.
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram “Solopos.com Berita Terkini”. Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Kementerian Kelautan dan Perikanan terus mendorong peningkatan produktivitas rumput laut sebagai tumpuan ekonomi masyarakat pesisir.
Keluarga pria asal Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, Sunaryo, 41, yang menghilang pada Rabu (27/4/2022) dan hingga kini belum ditemukan mendapat ancaman dari seseorang tak dikenal.
Dua warga Kampung Tegari RT 002/RW 004 Kelurahan Gedong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah tercebur ke sumur pada Kamis (9/6/2022).
Sekitar sembilan tahun lalu, Harun Talah, 60, warga Dukuh Karanganyar, Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom menemukan guci dari masa Dinasti Tang yang diperkirakan peninggalan dari era Mataram Kuno antara abad ke-8 hingga ke-10 Masehi.
Cuaca Sragen hari ini di perkirakan akan cerah berawan dengan suhu udara yang lebih hangat ketimbang kemarin. Informasi lengkap prakiraan cuaca Sragen hari ini bisa disimak pada artikel ini.
Prakiraan cuaca karanganyar hari ini akan diawali dengan cerah berawan. Suhu diprediksi lebih hangat ketimbang kemarin, namun masih ada kemungkinan turun hujan di sore hari.
Prakiraan cuaca Kota Solo dari BMKG untuk hari ini, Kamis (9/6/2022), cukup dinamis yakni berawan, cerah berawan, kemudian hujan.
Artikel ini menyajikan ulasan tentang prakiraan cuaca wilayah Boyolali pada Kamis ini secara lengkap.
Simak informasi terkait prakiraan cuaca untuk wilayah Sukoharjo pada hari ini.
Prakiraan cuaca Klaten hari ini Kamis 9 Juni 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.
Prakiraan cuaca Wonogiri hari ini Kamis 9 Juni 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.
Pura Indra Prasta di Mutihan, Sondakan, Laweyan, Solo, dipenuhi umat Hindu dari Soloraya untuk melaksanakan perayaan Galungan, Rabu (8/6/2022) malam.
Pengolahan sampah menjadi energi listrik di PLTSa Putri Cempo, Mojosongo, Solo, menggunakan teknologi gasifikasi yang aman bagi lingkungan dan tidak menghasilkan emisi.
Walau layanan PDP hanya tersedia di 13 tempat tersebut, akan tetapi untuk screening HIV/AIDS dilayani di seluruh Puskesmas yang ada di Boyolali.
Kejadian kendaraan tersangkut portal Viaduk Gilingan di Jl Ahmad Yani, Gilingan, Banjarsari, Solo, sudah tak terhitung banyaknya.
Pembentukan komunitas pengawas lingkungan hidup berbasis masyarakat itu bagian dari rencana dan strategi (renstra) serta arah kebijakan pengelolaan lingkungan hidup di Jawa Tengah.
Copyright © 2007-2022, Solopos Digital Media – Panduan Informasi & Inspirasi. All rights reserved.