KABARMADURA.ID | BANGKALANHingga Mei 2022, penyerapan anggaran di Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan masih 20 persen dari anggaran Rp120 miliar. Sejauh ini, terdapat penyerapan yanga tidak maksimal, yakni belanja alat kesehatan dan kapitasi puskemas.
Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo mengatakan, anggaran Rp120 miliar dialokasikan untuk belanja pegawai, pembangunan rumah sakit tipe D, kapitasi puskesmas dan juga belanja alat kesehatan. Sedangkan pembangian paling besar digunakan untuk pembangunan rumah sakit tipe D, nilai yang dianggarkan sebesar Rp 30 miliar.
“Karena memang dari puskesmas penyerapannya lambat. Sedangkan ploting paling besar anggarannya untuk RS tipe D,” katanya.
Namun pria dengan sapaan Yoyok itu yakin, penyerapan bisa dikejar dengan melakukan dorongan pada puskemas agar segera menyerap dana kapitasi. Selain itu segera membelanjakan alat kesehatan.

“Mungkin untuk terserap 100 persen ini sulit, tapi kami upayakan nanti diatas 90,” janjinya.
Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan juga mengetahui bahwa anggaran Dinkes Bangkalan belum terserap dengan baik. Oleh karena itu, dia telah memberikan evaluasi dan peringatan agar anggaran tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin.
“Pembagian ini kan sebelumnya juga sudah kami atur sesuai kebutuhan, jadi jika nanti malah tidak terserap, tentu disayangkan,” ucap Nur Hasan.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu juga meminta agar puskesmas diberikan  evaluasi dan diawasi dengan baik. Terutama pada penyerapan dan penggunaan dana kapitasi yang sudah diberikan.
“Melalui dinkes kami meminta agar puskemas juga diberikan evaluasi dan dorongan agar secepat mungkin mengakses APBD,” imbaunya.
Reporter: Helmi Yahya
Redaktur: Wawan A. Husna
 
 

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.









source