Wednesday, 9 Zulqaidah 1443 / 08 June 2022
Wednesday, 9 Zulqaidah 1443 / 08 June 2022
Rabu 08 Jun 2022 06:20 WIB
Red: Nashih Nashrullah
Pimpinan Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Baraja (tengah) saat tiba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (7/6/2022). Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap Abdul Qadir Baraja di Lampung setelah ditetapkan sebagai tersangka terkait penyebaran berita bohong yang dapat menimbulkan keonaran dan kegaduhan di tengah masyarakat serta tindak pidana organisasi masyarakat yang bertentangan dengan Pancasila. Republika/Putra M. Akbar
REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG— Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Bandarlampung mengatakan, tidak boleh ada celah dan pilihan lain terhadap negara Pancasila yang telah disepakati secara bersama.
“Bagi NU, Indonesia ini merupakan negara konsesus, jadi tidak boleh ada celah dan pilihan terhadap Negara Pancasila yang telah disepakati bersama ini,” kata Ketua PC NU Bandarlampung, Ichwan Adjie, saat dihubungi di Bandarlampung, Lampung, Selasa (8/6/2022).
Dia menggarisbawahi memang negara harus hadir dan tegas dalam menghadapi kelompok ataupun perorangan yang nyata-nyatanya akan merongrong dan mengganggu azaz tunggal Pancasila.
“Jadi terkait penangkapan pimpinan Khilafatul Muslimin, tentunya saya mengapresiasi pihak Kepolisian, karena memang ini tugas negara,” kata dia.
Dia mengatakan Khilafatul Muslimin memiliki cita-cita untuk membangun kekhilafahan ataupun negara Islam yang pimpinananyaadalahkhilafah.
“Konsep Khilafah ini kan ada yang memaknai secara formal ada juga yang memaknai kepemimpinan dalam hal moral dan akhlak. Bahkan dalam nash ajaran Islam belum pun ditemukan konsep sejati khilafah ataupun Negara Islam itu seperti apa dan juga belum ada contohnya,” kata dia.
Dia pun mengatakan bahwa bagi NU bentuk negara boleh apa saja namun nilai kemashalahatan dan kemakmuran serta kesejahteraan rakyat menjadi tujuan utamanya.
“Kepemimpinan adalah untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat itulah prinsip-prinsip kepemimpinan berdasarkan pandangan NU, sementara kita sudah bersepakat, negara yang disepakati adalah negara Pancasila. Jadi sekali lagi tidak boleh ada celah dan pilihan lain terhadap asas negara tersebut,” kata dia.
Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo membenarkan Polda Metro Jaya menangkap pimpinan kelompok Khilafatul Muslimin di Lampung. Menurut Dedi, ada beberapa kejadian yang terjadi (locus delicti) di wilayah hukum Polda Metro Jaya, sehingga dilakukan penindakan terhadap kelompok Khilafatul Muslimin tersebut.
Dapatkan Update Berita Republika
Menderita Sakit Tanda Sedang Dihukum Allah SWT?
Kerap Dibenci dan Dinista, Ternyata Islam Pernah Berjaya di India
Tabayyun Ketika Mendapat Kabar dari Orang Fasik
Apakah Sakit Jadi Alasan Muslim Meninggalkan Sholat Lima Waktu?
Ibadah Jalan Tetapi Maksiat Juga Tidak Berhenti, Bagaimana Pandangan Islam?
Umum
Wapres tertarik dengan sejumlah motif batik di Kampung Cibuluh dan membeli 17 batik
Bali Nusa Tenggara
PMK tidak menurak ke manusia jika daging dimasak secara khusus.
Teh Anget
Cara Mendapatkan Banyak Kompas Emas PUBG Mobile
Teh Anget
Wacana pemerintah untuk menghapus tenaga honorer pada 2023 yang sudah bergaung sejak 2020 akan segera dilaksanakan.
Teh Anget
Penelitian baru menawarkan 3 tip untuk memanfaatkan potensi pemenuhan harian Anda.
4 PHOTO
4 PHOTO
3 PHOTO
4 PHOTO
2 PHOTO
Rabu , 08 Jun 2022, 00:45 WIB
Rabu , 08 Jun 2022, 11:47 WIB
Phone: 021 780 3747
Fax: 021 799 7903
Email:
newsroom@rol.republika.co.id (Redaksi)
sekretariat@republika.co.id (Redaksi)
marketing@republika.co.id (Marketing)
Copyright © 2018 republika.co.id, All right reserved