TIMESINDONESIA, MAJALENGKA – Update terakhir pandemi Covid-19 di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat sampai dengan 5 Juni 2022, bahwa jumlah total keseluruhan masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 14.557 orang.
"Dari jumlah terkonfirmasi tersebut, pasien yang masih isolasi ada satu orang. Pasien yang sembuh serta selesai isolasi 13.694 orang sedangkan yang meninggal sebanyak 862 orang," sebut Bupati Majalengka, Karna Sobahi, Selasa (7/6/2022).
Karna mengatakan, apabila jika melihat kondisi data tersebut, dengan jumlah penduduk Majalengka saat ini sekitar 1,3 juta jiwa, maka hampir 1,1% penduduk Majalengka sudah terkonfirmasi virus corona.
Meski begitu, kata dia, jika dibandingkan dengan data nasional yang saat ini sudah terkonfirmasi mencapai 2,17% , Majalengka masih berada di bawah rata-rata nasional.
Menurutnya, upaya tersebut terwujud berkat ikhtiar bersama dalam penanganan pandemi disertai pula dengan penyuksesan program vaksinasi Covid-19 nasional, sesuai arahan dan target yang telah ditetapkan oleh pusat.
Karna membeberkan, bahwa Majalengka hingga tanggal 5 Juni 2022, sudah melakukan vaksinasi sampai dosis 3. Adapun rinciannya yaitu tenaga kesehatan dosis 1 sebesar 113,67 persen , dosis 2 sebesar 109,83 persen dan dosis 3 sebesar 87,86 persen.
Untuk pelayanan publik dosis 1 sebanyak 96,63 persen dosis 2 sebesar 86,78 persen dan dosis 3 mencapai 34,42 persen. Selanjutnya untuk lansia, dosis 1 sebesar 81,97 persen kemudian dosis 2 sebanyak 60,68 persen dan dosis 3 mencapai 14,93 persen.
"Sedangkan untuk capaian target anak-anak, hanya sampai dosis 2, dengan rincian dosis 1 sebesar 95,27 persen dan dosis 2 mencapai 80,75 persen," ucapnya.
Walaupun hampir dua tahun anggaran daerah mengalami relokasi dan refocusing akibat pandemi Covid-19. Menurut catatan, hampir 350 miliar untuk tahun 2020 dan 2021 bersumber dari APBD Majalengka terkonsentrasi digunakan untuk penanganan Covid-19.
Besaran anggaran tersebut dialokasikan untuk penanganan kesehatan, penanganan dampak ekonomi dan penanganan jaring pengaman sosial, belum termasuk di dalamnya dari APBD di Jawa Barat dan dari APBN.
Namun capaian indikator tersebut, katanya, sebagai tolok ukur keberhasilan kinerja pencapaian dalam penanganan Covid-19 seiring menggenjot visi misi Majalengka agar tidak terjadi deviasi terlampau jauh dari target-target yang telah ditetapkan pada RPJMD. (*)
**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.
10/11/2021 – 09:39
Copyright 2014 – 2022 TIMES Indonesia. All Rights Reserved.
Page rendered in 0.6693 seconds. Running in Unknown Platform

source