Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 15 April 2022, resmi mempublikasikan Kejadian Luar Biasa atas penemuan kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute hepatitis of unknown aetiology) yang pada awal April kemarin ditemukan di Inggris Raya.
Tercatat sampai 21 April 2022, kasus terus bertambah dan sudah tercatat sebanyak 169 kasus pada 12 Negara. Dan semakin mengkhawatirkan lagi, bahwa penyakit misterius ini telah masuk ke Indonesia dan dilaporkan sudah tiga anak meninggal dunia akibat penyakit tersebut.
Pemeriksaan laboratorium pun telah dilakukan dan virus Hepatitis tipe A, B, C, D dan E tidak ditemukan sebagai penyebab dari penyakit tersebut.
Sampai saat ini, Kementerian Kesehatan masih melakukan investigasi melalui pemeriksaan panel virus lengkap dan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui lebih lanjut penyebab dari penyakit ini.
Menurut Prof. Dr. dr. Hanifah Oswari, Sp. A, yang merupakan dokter Spesialis Anak Konsultan Gastro Hepatologi RSCM FK UI menyebutkan bahwa dugaan awal disebabkan oleh Adenovirus, Virus penyebab Covid-19 (SARS CoV-2), virus ABV dan lain lain. Virus tersebut utamanya menyerang saluran cerna dan saluran pernafasan.
Untuk mencegah risiko infeksi, Prof Hanifah menyarankan agar orang tua meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan tindakan pencegahan. Langkah awal yang bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Dirangkum dari laman Kemenkes RI, berikut cara pencegahan yang disampaikan oleh Prof Hanifah:
Pencegahan lewat saluran pencernaan
Pencegahan lewat saluran pernafasan dapat dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas.
Upaya lainnya yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah penularan Hepatitis Akut adalah pemahaman orang tua terhadap gejala awal penyakit Hepatitis Akut.
Prof Hanifah menyebutkan secara umum gejala-gejala awal penyakit Hepatitis Akut antara lain,
Prof Hanifah melanjutkan, jika anak mengalami gejala-gejala tersebut orang tua diminta segera memeriksakan anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan diagnosis awal.
Jangan menunggu hingga muncul gejala kuning bahkan sampai penurunan kesadaran. Karena kondisi tersebut menunjukkan bahwa infeksi Hepatitis sudah sangat berat. Jika terlambat mendapatkan penanganan medis, maka momentum dokter untuk menolong pasien sangat kecil.
Oleh karena itu, perlu adanya kerja sama yang solid antara orang tua, tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan agar bisa menemukan gejala Hepatitis Akut sedini mungkin agar anak segera mendapatkan pertolongan medis.
Sumber: Kementerian Kesehatan RI
#dinkeskalbar #hepatitisakut #cegahhepatitis #hepatitisanak![]()