Gabung dengan Kami
Hidayatullah.com—Baru-baru ini, masyarakat dihebohkan dengan acara festival waria yang dipadukan dengan khataman Al-Qur’an di Sidrap, Sulawesi Selatan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel menilai kegiatan tersebut telah melecehkan Islam.
“Dengan adanya seperti itu, justru pelecehan pada agama sesungguhnya kalau dijadikan tameng. Kalau dijadikan Al-Qur’an itu untuk melegitimasi atau membenarkan apa (festival waria) yang dilakukan,” ungkap Sekretaris Umum MUI Sulsel Muammar Bakry, Ahad (5/6/2022).
Sehingga pihaknya mendukung upaya pemda setempat yang membatalkan festival waria ini. Menurutnya sebuah kegiatan tidak bisa dicampurkan antara yang hak dengan yang batil. Apalagi Al-Qur’an yang dijadikan tameng.
“Jadi pada prinsipnya kegiatan festival waria itu bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam. Apapun yang membungkus kegiatan itu termasuk yang kedengarannya hal baik seperti khatam Al-Qur’an dan lainnya itu tidak baik,” jelasnya, dilansir Detikcom.
MUI berharap ada pencerahan masif yang terus dilakukan semua pihak terkait hebohnya festival waria di Sidrap. Kegiatan-kegiatan keramaian atau di ranah publik diharap tak memberi ruang untuk hal-hal yang bertentangan dengan ajaran agama.
“Kegiatan yang mengarah seperti ini (festival waria) jangan dijadikan hiburan. Jangan jadi ajang untuk pesta. Kalau tidak, perlu diberikan pencerahan ke masyarakat kita,” paparnya.
Sementara, Ketua MUI Sidrap Aminuddin Mamma menuturkan pihaknya melarang keras festival waria dibungkus izin khatam Al-Quran. Dalam pandangan Islam acara tersebut jelas diharamkan.
“Tidak boleh acara festival waria begitu dibungkus dengan izin khatam Al-Quran. Sangat bertentangan dengan nilai-nilai Islam,” ungkap Aminuddin, Ahad (5/6/2022).
Aminuddin menjelaskan, khatam Al-Quran merupakan acara sakral dan suci. Sehingga acara tersebut tidak boleh dinodai dengan dirangkaikan festival waria.
“Itu jelas merendahkan nilai-nilai kesucian Al-Quran yang mestinya harus dijaga. Ini jelas menodai kalau ada yang sampai melakukan ini,” katanya.
Aminuddin meminta kepada segenap masyarakat atau kelompok tertentu, agar dapat menghargai acara keagamaan. Jangan menumpang atau membungkus acara agama demi mendapatkan izin untuk menyelenggarakan.
“Ini berbahaya sekali jika diloloskan, makanya saya meminta agar jangan diteruskan izinnya itu. Tolong hargai norma agama Islam,” tegasnya.
Ia menegaskan pemerintah dan kepolisian harus terus memantau kegiatan serupa. Jika ada celah yang didapatkan, maka akan meresahkan masyarakat muslim.
Sebelumnya, warga di Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel) heboh dengan beredarnya surat izin untuk festival waria yang jadi penutup rangkaian acara tasyakuran rumah dan khatam Al-Qur’an. Izin tempat sudah diberikan pihak Kelurahan Tanrutedong namun kemudian Pemkab meminta dibatalkan.
“Ada permintaan izin hajatan. Jadi syukuran tidak masalah, tetapi festival waria yang tidak boleh, tidak ada izin,” ungkap Sekda Sidrap Sudirman Bungi, Ahad (5/6/2022).
Dalam surat yang beredar bernomor 19/KT/V/2022 yang diterbitkan Selasa (31/5/2022), pihak Kelurahan Tanrutedong memberikan rekomendasi izin pemakaian Lapangan Sepakbola Andi Takko Tanrutedong. Surat tersebut ditujukan ke Kapolsek Dua Pitue dan ditembuskan ke Camat Dua Pitue, Danramil 1420-05 Dua Pitue. Rekomendasi izin diberikan untuk kegiatan hajatan tasyakuran rumah dan khatam Qur’an yang dirangkaikan silaturahmi waria (fashion show).
“Ini ada kekeliruan. Saya sudah minta Pak Camat panggil Pak Lurah dan koordinasi Polres dan Danramil agar jangan teruskan izin itu. Mungkin Lurah tidak menganalisis ke arah festival waria, dipikir hanya acara syukuran keluarga,” tuturnya.*
Rep: Fida A.
Editor: Bambang S
Asrama Haji Makassar Dipakai Konvensi Pendeta, Ini Tanggapan MUI Sulsel
Tanggapi Mundurnya KH Miftachul Akhyar Sebagai Ketua, KH Colil Nafis: MUI Punya Mekanisme Menerima atau Menolak
Ciptakan Perdamaian Dunia, MUI dan Organisasi Ulama Ukraina Sepakati Kerja Sama untuk Islam Rahmatan Lil Alamin
PWNU Jatim Mohon KH Miftachul Akhyar Tak Mundur dari MUI, Usulkan yang Lain Bersikap Serupa
Mahasiswa UMI Hafal Al Quran Diberangkatkan Umrah
Wakil Ketua MPR Ditanyai Apakah Sudah Siapkan Ucapan Natal, Netizen Menjawab
Ketimpangan Harga di Jawa-Papua, Jokowi: Belum Ketemu Jurus Mengatasinya
MUI Sangat Mendukung Putusan MK Tolak Gugatan Ahmadiyah
Munarman: Bentrok Cikeusik Dipicu Orang Yang Sama
Rencana Kunjungan Paus Fransiskus Memicu Spekulasi Dia akan Mundur
Islamofobia di India Itu Nyata
Menteri Lingkungan Republik Dominika Ditembak Mati di Kantor
Menduga Ada Intelijen Hitam, FPI Mengaku Belum Mendukung Calon Presiden Manapun
Cuaca Saudi Sangat Panas, Jamaah Diminta Banyak Minum dan Batasi Aktivitas Luar Ruang
Ketua MUI Kecam India terkait Kasus Penghinaan Nabi Muhammad SAW
Bankir Afghanistan Rekan Korupsi Adik Hamid Karzai Meninggal di Penjara
Solusi Pak Kiai
Israel Berusaha Bunuh Pasien Gaza Dengan Racun
Rezim Suriah Mulai Serangan Baru di Ghouta Timur
Sejarah Muslim Inggris yang Terlupakan
Buku Terbitan INSISTS akan Diterjemahkan dalam Bahasa Asing
Ulama Berjuluk “Penghidup Agama”
Imam Syafi’i: Adab Menuntut Ilmu adalah Meninggalkan Dosa
Syafi’i Antonio: Asing-Aseng Menghambat Perkembangan Ekonomi Syariah
‘Lumba-Lumba Mata-mata Israel’ ditangkap Hamas
Menlu Prancis Terbang ke Iraq, Bicarakan Pengadilan Tawanan ISIS
Muhammad Al-Qiq, Wartawan yang Melawan Penjajah dengan Lapar
Hina Nabi Muhammad dan Aisyah, Partai Nasionalis Hindu India Dikecam Dunia
Indonesia Kecam Pernyataan Politisi Nasionalis Hindu India yang Merendahkan Nabi Muhammad
Perumpamaan Dunia dan Akhirat seperti Air Laut dan Jari
Protes Penghinaan Nabi Muhammad, Supermarket Kuwait Boikot Produk India
10 Negara Islam yang Dijajah Inggris