MATARAM-Merebaknya kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sapi membuat masyarakat merasa khawatir mengkonsumsi daging. Meski tidak secara signifikan, hal ini pun berdampak pada usaha kuliner yang menggunakan bahan baku daging. Misalnya usaha kuliner Sate Rembiga.
“Sebenarnya sih kalau sampai saat ini nggak terganggu. Karena daging yang kami gunakan sudah lolos uji kualitasnya. Kemudian kami juga menggunakan daging yang impor,” terang Owner Lesehan Sate Rembiga Goyang Lidah H Muslehudin kepada Lombok Post.
Daging impor dengan kualitas premium sudah terjamin halal, berkualitas dan sehat. Harganya juga dengan daging lokal segar hampir sama. Bahkan bisa lebih murah. “Kalau daging impor kelas satu yang kami pakai harganya Rp 125 ribu per kilogram. Kalau lokal Rp 130 ribu,” jelasnya.
Selama proses pembuatannya menjadi sate, daging juga dibuat dengan steril. Sehingga sangat aman dikonsumsi.
Meski saat ini masyarakat cukup terpengaruh dengan informasi mengenai PMK pada hewan ternak, namun omzet pengusaha kuliner khususnya sate dikatakan Musleh, sapaannya masih stabil.
“Alhamdulillah pesanan tidak terpengaruh. Kemarin pameran di Jakarta Kreasi Indonesia yang diadakan Bank Indonesia habis 100 bungkus,” ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram memaparkan beberapa hal untuk menghindari risiko kesehatan dari virus PMK pada hewan ternak. Misalnya harus selalu menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan menggunakan sabun bagi peternak hewan dan pengusaha daging. Sapi sebelum dipotong hendaknya juga harus diperiksa kesehatannya.
“Kalau terpapar PMK harus diperiksa dulu kesehatannya. Daging sebelum diolah harus direbus dulu sampe mendidih,” jelasnya.
Sedangkan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Mataram dr. Akhada Maulana menegaskan PMK ini tidak menular ke manusia. Domainnya hanya di hewan berkuku dua. “Belum ada laporan virus PMK ini menular ke manusia. Dagingnya pun aman dikonsumsi. Dengan dilayukan dulu setelah disembelih,” terangnya.
“Namun memang karena dia menyerang mulut dan kuku sapi sebaiknya jangan makan mulut dan kaki sapinya,” sambungnya  Namun sejauh ini ia mengatakan  belum ada laporan virus ini menyerang manusia. “Insha Allah tidak perlu panik,” tandasnya. (ton/r3)

source