Monday, 7 Zulqaidah 1443 / 06 June 2022
Monday, 7 Zulqaidah 1443 / 06 June 2022

Senin 06 Jun 2022 14:11 WIB
Rep: Rahma Sulistya/ Red: Nora Azizah
Foto yang dipasok CDC pada 1997 menunjukkan salah satu kasus cacar monyet di Republik Demokratik Kongo. Ilmuwan masih belum mengerti penyebab kian banyaknya kasus cacar monyet terdeteksi di Eropa dan Amerika Utara pada 2022. Penyakit ini awalnya banyak ditemukan di Afrika.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Setidaknya 780 kasus cacar monyet telah diidentifikasi di lebih dari 24 negara, hal tersebut diungkapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhir pekan ini. Namun petinggi WHO berharap wabah ini tidak menjadi pandemi, tetapi negara lain berpotensi menyumbang kasus-kasus baru.
“Meskipun risiko saat ini tetap rendah, risiko kesehatan masyarakat dapat menjadi tinggi jika virus ini memanfaatkan peluang untuk menempatkan dirinya di negara-negara non-endemik sebagai patogen manusia yang tersebar,” kata WHO dilansir dari Foxnews, Senin (6/6/2022).
Inggris yang menjadi lokasi pertama ditemukannya infeksi virus ini pada 6 Mei 2022 lalu, kini tercatat sebagai negara dengan kasus terbanyak yakni 207 kasus. Spanyol dan Portugal memiliki kasus terbanyak kedua dan ketiga dengan masing-masing 156 dan 138 kasus.
Massachusetts adalah negara bagian pertama di Amerika Serikat yang melaporkan kasus cacar monyet pada 18 Mei 2022, pada seseorang yang baru saja bepergian dari Kanada. Beberapa negara bagian lain seperti California hingga New York juga telah melaporkan kasus.
Kepala Tim Respons Cacar Monyet CDC, Jennifer McQuiston, mengatakan bahwa analisis lebih lanjut dari kasus-kasus terbaru di AS masih diperlukan, untuk menentukan prevalensi virus.
“Saya rasa, mungkin saja ada kasus cacar monyet di Amerika Serikat yang sebelumnya tidak terdeteksi, tetapi tidak sampai tingkat yang besar,” kata McQuiston.
Cacar monyet, yang termasuk dalam genus virus yang sama dengan cacar, merupakan penyakit endemik di beberapa negara Afrika bagian barat dan tengah. Virus ini memiliki gejala yang mirip dengan cacar seperti sakit kepala, demam, dan kelelahan, diikuti dengan ruam yang berkembang menjadi lepuhan.
Cacar monyet menyebar melalui kontak kulit-ke-kulit langsung atau kontak dengan bahan yang terkontaminasi, tetapi juga dapat ditularkan melalui aerosol ketika individu berada dalam jarak dekat untuk waktu yang lama.
Dapatkan Update Berita Republika
Liverpool Tolak Tawaran Bayern untuk Sadio Mane
Tuntutan Gaji Gabriel Jesus Buat Arsenal Mundur dari Persaingan
Lukaku Enggan Bereuni dengan Conte di Tottenham
De Ligt Setia Bersama Juventus, MU dan Liverpool Gigit Jari
Barca Ingin Bajak Bernardo Silva dari City tapi Jalan Sangat Terjal
Videografis

Espargaro yang bisa finis kedua menjadi kehilangan tempat di podium akibat blunder.
Liga Inggris

Sayangnya, Liverpool memberikan harga terlalu mahal bagi Sadio Mane.
Berita Jurnal Haji

Avtur untuk penerbangan haji dijamin aman oleh Pertamina.
Info Sehat

Apa yang membuat orang dengan alergi makanan lebih rendah risiko kena Covid-19?
Eropa

Montenegro, Makedonia Utara, Bulgaria menutup wilayah udara untuk pesawat Lavrov
5 PHOTO
3 PHOTO
3 PHOTO
2 PHOTO
4 PHOTO
Senin , 06 Jun 2022, 14:00 WIB
Senin , 06 Jun 2022, 23:01 WIB
Phone: 021 780 3747
Fax: 021 799 7903
Email:
newsroom@rol.republika.co.id (Redaksi)
sekretariat@republika.co.id (Redaksi)
marketing@republika.co.id (Marketing)
Copyright © 2018 republika.co.id, All right reserved

source