Berkembang sebagai Taman Wisata Spiritual
Gara-gara Sering Muncul Batu
Watudodol Punya Banyak Keunggulan
Watudodol, salah satu tempat di Banyuwangi paling populer dan banyak kisah.
Muhibah Kata-Kata Memukau Penonton Festival Budaya Nusantara
Surga dalam Secangkir Kopi
Gelaran Festival Budaya Nusantara Diawali Gesah Budaya Dua Tradisi
Butuh Kekompakan, Gaungnya Dirancang Lebih Heboh
Om Kosmas Bangkit dari Kematian
Berkembang sebagai Taman Wisata Spiritual
Gara-gara Sering Muncul Batu
Watudodol Punya Banyak Keunggulan
Watudodol, salah satu tempat di Banyuwangi paling populer dan banyak kisah.
Muhibah Kata-Kata Memukau Penonton Festival Budaya Nusantara
Surga dalam Secangkir Kopi
Gelaran Festival Budaya Nusantara Diawali Gesah Budaya Dua Tradisi
Butuh Kekompakan, Gaungnya Dirancang Lebih Heboh
Om Kosmas Bangkit dari Kematian
BANGOREJO, Jawa Pos Radar Genteng –Sampah di Pasar Sambirejo, Dusun Kedungrejo, Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo ini menumpuk karena setahun tidak pernah diambil petugas. Penyebabnya klasik, tidak ada anggaran untuk mengambil sampah di pasar milik Pemkab Banyuwangi itu.
Akibatnya, banyak warga dan pedagang pasar yang resah karena baunya yang menyengat menyebar. Baru pada Sabtu (4/6) dan kemarin (5/6), sampah yang sudah menggunung itu diambil dan dipindah ke TPA Rogojampi. “Kami banyak menerima keluhan sampah yang menumpuk di Pasar Sambirejo itu,” cetus Camat Bangorejo, Ahmad Laini.
Menanggapi keluhan warga itu, Camat mengaku menugaskan kepala Desa Sambimulyo Andik Santoso untuk segera menangani masalah sampah tersebut. “Kami melakukan pertemuan untuk menangani sampah itu,” terang kepala Desa Sambimulyo, Andik Santoso.
Dalam pertemuan yang dilakukan pada Kamis (2/6), hadir Camat Laini, Koordinator Pasar M. Teguh, Kepala Puskesmas Sambirejo dr Sugeng Purnomo, dan Kepala Dusun Kedungrejo, Dedy Efendi. Dari hasil musyawarah itu, memutuskan iuran untuk kebutuhan operasional pemindahan sampah. “Semua pihak sepakat untuk iuran,” katanya.
Untuk membersihkan sampah itu, jelas dia, tanggung jawab diserahkan pada kepala Dusun Sambirejo Dedy Efendi. Sampah diambil pada Sabtu (4/6) dan Minggu (5/6). “Sampahnya banyak, pada Sabtu dua kali angkut, dan Minggu satu kali angkut,” cetusnya.
Kepala Dusun Sambirejo Dedy Efendi menyebut, sampah di pasar memang sudah lama menumpuk. Petugas tidak mengambul karena tidak ada biaya untuk operasional. “Sampahnya menumpuk, sampai butuh waktu dua hari dengan tiga kali angkutan, sekali angkut biayanya Rp 850 ribu,” cetusnya.
Menurut Dedy, untuk sementara warga dan pedagang pasar dilarang membuang sampah di tempat sampah pasar karena akan dilakukan penataan ulang. Kepengurusan pengelola sampah, juga akan disusun ulang dan menentukan penanggung jawab. “Sistem pengelolaan sampah akan kami susun ulang,” katanya.(mg5/abi)
Jl. Brawijaya 77 Banyuwangi,
Telp: (0333) 412224-416647
Fax: 0333-416647
Email : radarbwi@gmail.com