BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pelayanan dan pengembangan RSUD dr Sosodoro Djatikoeosomo banyak mendapat masukan dari sejumlah pihak. Terutama optimalisasi pegawai. Diminta menambah pelayanan kemoterapi dan pekerjaan rumah (PR) menjadi rumah sakit pendidikan.
Saat ini warga Bojonegoro yang butuh kemoterapi terpaksa harus ke rumah sakit di Surabaya. Hal itu terungkap saat forum konsultasi publik di RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo, Jumat siamng (3/6). “Terpenting tentunya penguatan kapasitas SDM, maupun penambahan SDM apabila diperlukan agar pelayanan kepada masyarakat bisa semakin maksimal,” kata anggota Komisi C DPRD Bojonegoro Suyuthi.
Dia mendorong agar RSUD senantiasa mengoptimalkan sumber daya manusia (SDM). Karena pengembangan dari sisi sarana prasarana (sarpras) bisa diusahakan. Suyuthi berharap RSUD di Jalan Veteran itu mampu menjadi RS rujukan di Jawa Timur. Mengingat adanya rencana pengembangan menjadi RS pendidikan.
Adapun sarpras perlu ditambah seperti pelayanan cathlab, magnetic resonance imaging (MRI), ruang rawat inap isolasi, fasilitas pengelolaan limbah, dan poli. Eksekutif atau pemkab didorong agar disampaikan saat rapat antara tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) dan badan anggaran (banggar).
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu perlu adanya layanan kemoterapi di Bojonegoro. Sehingga warga Bojonegoro tidak perlu lagi pergi ke Surabaya apabila ingin menjalani kemoterapi. “Apabila ada layanan kemoterapi di Bojonegoro, tentu warga kabupaten-kabupaten tetangga bakal ke sini. Secara tidak langsung bakal mendongkrak perekonomian masyarakat Bojonegoro,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro dr Ani Pujiningrum mengatakan, bahwa digitalisasi di dalam manajemen RSUD Sosodoro perlu terus diperbaiki. Agar pelayanan kepada masyarakat Bojonegoro bisa lebih maksimal.
Direktur RSUD Sosodoro dr Ahmad Hernowo menjelaskan, bakal terus mengevaluasi pelayanan RSUD. Khususnya penguatan kapasitas SDM yang cukup urgen. Mengupayakan ada dokter spesialis onkologi mampu memberikan pelayanan kemoterapi bagi penderita kanker di Bojonegoro.
“Perbaikan kualitas serta penguatan kapasitas SDM. Targetnya RSUD Sosodoro bisa menjadi RS pendidikan. Sebagai tempat pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan secara terpadu pendidikan kedokteran,” ujar pria sebelumnya bertugas di dinkes. (bgs/rij)
BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pelayanan dan pengembangan RSUD dr Sosodoro Djatikoeosomo banyak mendapat masukan dari sejumlah pihak. Terutama optimalisasi pegawai. Diminta menambah pelayanan kemoterapi dan pekerjaan rumah (PR) menjadi rumah sakit pendidikan.
Saat ini warga Bojonegoro yang butuh kemoterapi terpaksa harus ke rumah sakit di Surabaya. Hal itu terungkap saat forum konsultasi publik di RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo, Jumat siamng (3/6). “Terpenting tentunya penguatan kapasitas SDM, maupun penambahan SDM apabila diperlukan agar pelayanan kepada masyarakat bisa semakin maksimal,” kata anggota Komisi C DPRD Bojonegoro Suyuthi.
Dia mendorong agar RSUD senantiasa mengoptimalkan sumber daya manusia (SDM). Karena pengembangan dari sisi sarana prasarana (sarpras) bisa diusahakan. Suyuthi berharap RSUD di Jalan Veteran itu mampu menjadi RS rujukan di Jawa Timur. Mengingat adanya rencana pengembangan menjadi RS pendidikan.
Adapun sarpras perlu ditambah seperti pelayanan cathlab, magnetic resonance imaging (MRI), ruang rawat inap isolasi, fasilitas pengelolaan limbah, dan poli. Eksekutif atau pemkab didorong agar disampaikan saat rapat antara tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) dan badan anggaran (banggar).
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu perlu adanya layanan kemoterapi di Bojonegoro. Sehingga warga Bojonegoro tidak perlu lagi pergi ke Surabaya apabila ingin menjalani kemoterapi. “Apabila ada layanan kemoterapi di Bojonegoro, tentu warga kabupaten-kabupaten tetangga bakal ke sini. Secara tidak langsung bakal mendongkrak perekonomian masyarakat Bojonegoro,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro dr Ani Pujiningrum mengatakan, bahwa digitalisasi di dalam manajemen RSUD Sosodoro perlu terus diperbaiki. Agar pelayanan kepada masyarakat Bojonegoro bisa lebih maksimal.
Direktur RSUD Sosodoro dr Ahmad Hernowo menjelaskan, bakal terus mengevaluasi pelayanan RSUD. Khususnya penguatan kapasitas SDM yang cukup urgen. Mengupayakan ada dokter spesialis onkologi mampu memberikan pelayanan kemoterapi bagi penderita kanker di Bojonegoro.
“Perbaikan kualitas serta penguatan kapasitas SDM. Targetnya RSUD Sosodoro bisa menjadi RS pendidikan. Sebagai tempat pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan secara terpadu pendidikan kedokteran,” ujar pria sebelumnya bertugas di dinkes. (bgs/rij)
PT. Bojonegoro Intermedia Pers Digital
Jl. Ahmad Yani No.39 Bojonegoro
Mobile: 0851 5618 4830 (WA)
Telp: 0353-892000