BORNEONEWS, Sukamara – Pemkab Sukamara menggelar edukasi dan advokasi perubahan prilaku dalam pencegahan dan penanganan stunting melalui pemanfaatan bahan pangan lokal untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada balita serta ibu hamil, Selasa, 24 Mei 2022.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sukamara, Rendi Lesmana mengatakan permasalahan gizi utama yang saat ini dihadapi Indonesia adalah stunting, wasting, dan obesitas.
“Balita dan ibu hamil merupakan cikal bakal Sumber Daya Manusia ke depannya, maka asupan gizinya harus diperhatikan, tujuannya untuk menanggulangi masalah gizi,” kata Rendi.
Dia berharap, melalui pemanfaatan pangan lokal yang tersedia didaerah sebagai PMT dapat menjadi upaya tambahan makanan kepada balita dalam menambah asupan gizi agar tercukupinya kebutuhan gizi dan tercapainya status gizi yang baik.
“Oleh karena itu, pembutan pemberian makanan tambahan ditekankan pada penggunaan pangan lokal, karena pangan lokal merupakan bahan makanan khas yang dikonsumsi masyarakat setempat sesuai dengan potensin yang ada di daerah,” ujarnya.
Selain itu, penggunakan pangan lokal juga turut serta melestarikan bahan makan khas yang dihasilkan oleh daerah.
Sekda Sukamara berharap upaya pemerintah dalam mencegah stunting mendapat dukungan dari masyarakat, sehingga permasalahan stunting di Bumi Gawi Barinjam dapat teratasi. (NORHASANAH/B-11)
Berdasarkan pengakuan warga buaya penyerang Sri Mahwiyah itu makasih berkeliaran sekitar perairan lokasi serangan.
Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan sejak pukul 06.30 WIB sampai dengan selesai. Sementara lokasi kegiatannya disepakati oleh pihak Puskesmas sendiri.
Kegiatan rutin itu kini mulai dilaksanakan lagi sejak Senin, 30 Mei 2022 di sekolah tersebut dan H.Livenur Hasby selaku kepala sekolah langsung jadi pembina upacara.
Bambang mengharapkan kepada penyuluh sosial di Kabupaten Kapuas ini harus terus ditingkatkan kapasitas dan Sumber Daya Manusia (SDM) nya.
Kegiatan yang berlangsung di Aula kantor Dinsos Kabupaten Kapuas hingga sore Senin, 30 Mei 2022 ini dibuka secara langsung oleh Plt Kepala Dinsos Kalteng, Noor Halim. Didampingi Kepala Dinsos Kapuas, Budi Kurniawan.
Sifat layolitas kepada kesatuan dan sinergitas TNI/Polri juga ditanamkan oleh orang nomor satu di Polda Kalteng tersebut.
Penyerahan aplikasi dan kegiatan rapat kerja teknis tersebut dihadiri Wakapolda Kalteng Brigjen Ida Oetari Poernamasasi, Pejabat Utama, personel Ditlantas serta seluruh Kasat Lantas Polres jajaran.
Wakil Bupati Kapuas juga menyampaikan paparan terkait dengan jumlah jemaah haji di Kabupaten Kapuas sebanyak 178 orang terdiri dari 85 orang laki-laki dan 98 orang perempuan.
Menurutnya aset pemerintah desa yang rusak yakni jembatan ulin yang dibangun dengan Dana Desa sekitar Rp185 juta pada 2020, kemudian lemari berkas 2 buah, laptop 1 buah serta laporan pertanggungjawaban atau LPj 2018-2021.
Baik vaksinasi, perawatan pasien, hingga hal lainnya sehinggapencapaian imunisasi anak mengalami penurunan drastis dan tidak sesuai target yang ada