benuanta.co.id, TARAKAN – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tarakan masih belum dapat dibendung penularannya. Penyakit yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk ini dapat menyebabkan demam yang berkepanjangan bagi penderitanya. Terlebih kondisi cuaca yang cenderung hujan dan lembab sangat disukai oleh serangga penghisap darah tersebut.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti mengakui bahwa sejak bulan Februari hingga Maret 2022 lalu terjadi peningkatan kasus DBD yang cukup signifikan.
“Apalagi musim hujan juga peningkatan kasus juga. Cuman yang harus dilakukan tetap jaga kebersihan,” kata dia, Jumat (20/5/2022).

Baca Juga :  Meninggal Mendadak di Tempat Kerja, Ahli Waris dari Nelayan Ini Dapat Santunan Kematian dari BPJS Ketenagakerjaan

Menurutnya, nyamuk cenderung menyukai pemukiman yang tergenang air. Selain lingkungan, ia juga menghimbau agar masyarakat membersihkan tampungan air di dalam rumah seperti tampungan air pada despenser dan bak mandi.
“Kalau abate serbuk untuk nyamuk itu bisa diambil di Puskesmas juga,” ujarnya.
Disinggung soal fogging, Devi menyebut hal itu akan dilakukan berdasarkan penelitian epidemiologi 10 rumah diwilayah yang terkena kasus DBD.

Baca Juga :  Kaltara Potensi Dimasuki Pesawat Asing Tak Berizin

“Itu tetap dilakukan sampai sekarang oleh teman-teman di Puskesmas, kalau perlu fogging ya difogging oleh pihak ketiga,” tukasnya.
Saat ini update kasus DBD di bulan Mei 2022 sudah sebanyak 20 kasus positif yang menyerang rata-rata anak-anak.
“Iya anak-anak rata-rata kan biasanya siang itu,” tutup dia. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Matthew Gregori Nusa

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.





18 − five =

source