30 Mei 2022 / 10:28:28  :   Polres Situbondo Amankan Puluhan Botol Miras
30 Mei 2022 / 07:51:28  :   Ciptakan Layanan Prima, Polres Nganjuk Sajikan Inovasi Cermat SIM
29 Mei 2022 / 19:22:33  :   Razia Pekat Semeru, Polisi Temukan Suami Jual Istri Threesome di Surabaya
29 Mei 2022 / 18:59:26  :   Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono Ajak Para Modin Terlibat Pemulihan Ekonomi
29 Mei 2022 / 18:20:22  :   Semarak Pagelaran Surabaya Vaganza, Adi Sutarwijono : Ini Sangat Luar Biasa !
29 Mei 2022 / 17:36:05  :   Babinsa Koramil 0830/04 Galakkan Disiplin Protkes di Pasar Minggu Tugu Pahlawan
29 Mei 2022 / 14:12:52  :   Kapolri Pimpin Parade Kontingen Sepeda Indonesia Sea Games 2022
29 Mei 2022 / 06:15:00  :   Satu Pelaku Curat di Desa Mojosari Berhasil Diringkus Polsek Kalangbret
28 Mei 2022 / 20:01:02  :   Inilah Sosok Pengacara Putra Kepri Andry Ermawan SH Alumni IKA UUI 91
28 Mei 2022 / 16:12:27  :   Bertemu Try Sutrisno, LaNyalla Dapat Wasiat untuk Selamatkan Bangsa dan Negara

SENTRAL ONE.ID | SURABAYA – Pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali selama dua pekan, terhitung mulai tanggal 10-23 Mei 2022.
Hasilnya, sebanyak 11 daerah berstatus Level 1. Sedangkan 116 daerah berstatus Level 2. Lalu, tersisa satu daerah yang berstatus Level 3.
Kota Surabaya menjadi salah satu daerah yang menyandang status PPKM Level 2. Hal tersebut berdasarkan Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 25 Tahun 2022.
DPRD Surabaya kemudian meminta kepada Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya untuk mengambil langkah antisipasi. Salah satunya dengan memperketat penerapan protokol kesehatan (prokes) dan memasifkan 3T (testing, tracing, dan treatment). Terlebih, ditemukan 7 orang yang terpapar Covid-19.
“Surabaya ditetapkan berstatus Level 2 sebagaimana hasil asesmen terbaru Inmendagri nomor 25 tahun 2022. Maka kita mendorong pemkot untuk kembali memperketat pengawasan penerapan prokes. 3T juga kita minta untuk dimasifkan,” kata Khusnul Khotimah, Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Selasa (10/5).
Meski demikian, Khusnul menilai penerapan 3T di Surabaya sudah sangat bagus dan maksimal. Oleh karena itu, dia merasa ada kemungkinan miss data dari pusat tentang situasi terkini di Kota Pahlawan. 
“Saya kira ada miss data, nanti kita tunggu rilis hasil pemetaan atau asesmen dari Pemkot Surabaya,” katanya.
Namun terlepas dari itu, pihaknya mengimbau peningkatan status ke Level 2 ini untuk diantisipasi. Khusnul mendorong puskesmas sebagai fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) pertama untuk siap pasang badan.
“Barangkali warga habis berkunjung dan bersalam-salaman, itu tidak sadar kalau sedang OTG (orang tanpa gejala). Sehingga, kita minta puskesmas sebagai penangan pertama untuk kembali siap apabila terjadi lonjakan pasien Covid-19. Namun kita harap ini tidak terjadi,” pungkas politisi PDI Perjuangan ini. */ol/her
Rabu / 09 Mei 2022 / 18:23:01
Rabu / 08 Mei 2022 / 11:50:09
Rabu / 27 Juli 2021 / 12:42:38
Rabu / 04 Juli 2021 / 13:43:01
Rabu / 20 Februari 2021 / 13:45:25
Rabu / 23 Januari 2021 / 00:39:37
23 Agustus 2021
Langganan ke newsletter kami untuk mendapatkan berita penting dan penawaran terbaik:
Copyright @2020 sentralone.id. All Rights Reserved

source