SELONG-Harapan warga Kecamatan Masbagik melihat Puskesmas Masbagik Baru menjadi RSUD Tipe D akan dikabulkan tahun ini. Tuntutan warga tersebut dijawab Bupati Lotim HM Sukiman Azmy pada pertemuan langsung dengan perwakilan masyarakat Kecamatan Masbagik di ruang rapat kantor bupati Lotim, Selasa (29/3).
Bupati Lotim dua periode itu menjelaskan jika kepastian tersebut sebenarnya telah ia sampaikan pada Musrenbang Lotim RKPD 2023. “Saya pikir persoalannya sudah selesai. Karena camatnya hadir di situ. Memberikan penjelasan pada masyarakat tentang apa yang saya sampaikan,” kata Sukiman.
Alasan pembangunan RSUD tipe D di Masbagik dirasa sudah mencukupi syarat dari segi ketersediaan rumah sakit daerah di Gumi Patuh Karya. Pembangunan rumah sakit di Masbagik sebelumnya akan mengalami kendala dari segi jarak jika rencana pembangunan RSUD Tipe D Pratama dari DAK pusat dibangun di Kecamatan Lenek.
Namun pada prosesnya, lokasi pembangunan RSUD Tipe D Pratama dari DAK dialihkan dari Lenek ke Kecamatan Suela. “Sehingga dengan kondisi itu, pembangunan RSUD tipe D di Masbagik bisa segera kita lakukan,” jelasnya.
Adapun anggaran yang akan digelontorkan untuk mengubah Puskesmas Masbagik Baru menjadi RSUD tipe D minimal Rp 40 miliar. Sukiman menerangkan, proses perubahan tersebut bahkan akan dimulai tahun ini dengan mengalokasikan ABPD Perubahan 2022 sebesar Rp 10 miliar. Dan sisa kebutuhan anggaran akan kembali dialokasikan pada APBD murni 2023 mendatang.
Kepastian tersebut juga dikuatkan dengan telah dibentuknya tim koordinasi pembentukan RSUD Tipe D di Masbagik. Selain itu, Sukiman juga menguatkan niatannya yang akan memperoleh dukungan dari DPRD Lotim.
Kepala Dinas Kesehatan Lotim H Pathurrahman menjelaskan, anggaran Rp 750 juta yang dialokasikan untuk rehabilitasi pascagempa Puskesmas Masbagik Baru akan dialokasikan untuk menyusun Detail Engineering Design (DED) pembangunan rumah sakit tersebut. Sementara Rp 10 miliar dari APBD-P 2022 akan dialokasikan untuk pembangunan sarana dan prasarana RSUD Tipe D Masbagik.
Hal itu mencakup Unit Gawat Darurat (UGD) dan Intalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). “Juga sarana lainnya. Dengan Rp 10 miliar, wajah PKM Masbagik Baru sudah bisa terlihat seperti rumah sakit,” kata Pathurrahman. (tih/r5)