Thursday, 16 Rabiul Akhir 1444 / 10 November 2022
Thursday, 16 Rabiul Akhir 1444 / 10 November 2022

Jumat 13 May 2022 16:57 WIB
Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Andi Nur Aminah
Hepatitis akut misterius mengusik anak-anak.
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Sekolah-sekolah diminta waspada terkait hepatitis akut. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta menyebut, sudah memberikan surat edaran (SE) kepada sekolah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hepatitis akut pada anak.
Sosialisasi dan edukasi terkait hepatitis ini juga digencarkan. Melalui SE tersebut, disampaikan langkah-langkah pencegahan dan penanganan awal jika ada anak yang memiliki gejala hepatitis. “Diharapkan sekolah meningkatkan kewaspadaan terutama untuk penyaringan dan deteksi dini dari gejala-gejala hepatitis,” kata Kepala Seksi Promosi Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Yogyakarta, Arumi Wulandari di Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Jumat (13/5).
Pasalnya, saat ini pembelajaran tatap muka sudah mulai dilakukan. Jika ditemukan adanya anak yang menderita gejala hepatitis atau tidak enak badan, katanya, diharapkan untuk segera dilaporkan ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat.
“Sekolah kita harapkan aware dan kemudian melaporkanya kepada faskes di puskesmas sesuai wilayah sekolah. Jadi ada kewaspadaan dari kedua belah pihak, dari puskesmas juga memantau dan dari pihak sekolah juga aware kepada anak didiknya,” ujar Arumi.
Selain itu, kata Arumi, pihak sekolah juga memantau jajanan yang dijual di sekitar sekolah. Pihaknya pun juga sudah rutin melakukan hygiene sanitasi di sekolah-sekolah.
Hygiene sanitasi ini bahkan sudah dilakukan sebelum Lebaran 2022 lalu. Arumi menuturkan, dimungkinkan hygiene sanitasi di sekolah-sekolah ini akan ditingkatkan sebagai upaya pencegahan hepatitis akut.
“Pada prinsipnya kita dengan disdik (dinas pendidikan) selalu berkoordinasi dan memastikan upaya-upaya pencegahan di sekolah dilakukan dengan sebaik-baiknya. Terutama untuk jajanan karena yang sulit kita kendalikan itu jajanan anak sekolah, itu memang harus ditekankan dan keamanan pangan di kantin-kantin sekolah,” jelasnya.  
Tidak hanya sekolah, pihaknya juga meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap hepatitis akut ini. Meskipun belum ada kasus hepatitis akut terhadap anak di DIY maupun di Kota Yogyakarta, namun kewaspadaan dengan melakukan upaya pencegahan perlu dilakukan.
“Deteksi dini apabila anak-anak ada gejala  hepatitis agar dilaporkan ke fasyankes. Kita sudah sampaikan ke sekolah, harapannya sekolah siap sedia kalau ada laporan (sakit) dari anak didik bisa segera ditangani,” tambah Arumi.
 
Dapatkan Update Berita Republika
Erick Apresiasi Bakti BUMN PTPN III Bantu Para Guru
Belajar Ekonomi Sirkular dari Hal-Hal Sederhana
Pupuk Kaltim Ajak Pelaku UMKM Jadi Mitra Binaan, Ini Caranya
Mitra Binaan Pupuk Kaltim Siap Lirik Pasar Ekspor
Erick Thohir Angkat Staf Ahli Wapres Komisaris PT Pupuk Indonesia
Sains Trendtek

Objek bintang terletak di konstelasi Orion.
Umum

Seluruh kegiatan KTT G20 menjadi fokus utama pengamanan Polri
Jabodetabek Nasional

Hengki memperoleh rekor pengungkapan kasus premanisme terbanyak.
Pendidikan Repjogja

Masyarakat dapat melakukan penanganan sampah yang lebih baik.
Teh Anget

Dunia maya adalah media elektronik dalam jejaring computer yang sering digunakan untuk berkomunikasi satu arah maupun timbal balik (secara online).
4 PHOTO
4 PHOTO
8 PHOTO
6 PHOTO
9 PHOTO
Kamis , 10 Nov 2022, 01:59 WIB
Rabu , 09 Nov 2022, 20:44 WIB
Phone: 021 780 3747
Fax: 021 799 7903
Email:
newsroom@rol.republika.co.id (Redaksi)
sekretariat@republika.co.id (Redaksi)
marketing@republika.co.id (Marketing)
Copyright © 2018 republika.co.id, All right reserved

source