JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Nafsu makan yang terus menerus meningkat, kerap dikaitkan dengan stres dan cemas. Saat kondisi itu muncul keinginan untuk makan meningkat.
Memang benar, nafsu makan memang penting untuk memastikan tubuh tetap menerima asupan. Kekurangan maupun kelebihan nafsu makan akan mempengaruhi kesehatan.
Nafsu makan yang terus-menerus meningkat, berkemungkinan menandakan seseorang mengalami kondisi medis tertentu.
Berat badan seseorang berkaitan dengan kecenderungan tingkat stres. Efek stres mendorong terjadinya perubahan pola mengonsumsi makanan dan penyaluran jaringan ikat khusus yang terdiri atas sel lipid atau lemak (adiposa).
Laporan ilmiah Effect of Chronic Stress on Obesity menjelaskan, stres cenderung mengubah keinginan makan, karena adanya hubungan sistem saraf simpatik (sistem yang bekerja di luar kesadaran tubuh).
Peningkatan kadar insulin mempengaruhi kenaikan berat badan seseorang yang sering stres.
Mengutip WebMD, kondisi tubuh yang stres mengalami kenaikan hormon kortisol. Itu sebabnya kadar insulin menjadi lebih tinggi. Ketika gula darah turun, maka timbul keinginan mengonsumsi makanan manis dan berlemak.
Apa saja penyebab nafsu makan meningkat?
Mengutip Healthgrades, meningkatnya nafsu makan seseorang tersebab rasa lapar berlebihan akibat kondisi endokrin. Beberapa kondisi yang memicu rasa lapar berlebihan antara lain diabetes, hipertiroid, hipoglikemia.

Halaman selanjutnya &raquo

Halaman :  1 2 Tampilkan semua

source