Merdeka.com – Kasus gangguan ginjal akut yang menyerang anak-anak di Indonesia semakin bertambah. Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Sudirohusodo Makassar membentuk tim khusus untuk mengantisipasinya.
Pelaksana tugas (Plt) Direktur Medik, Keperawatan dan Penunjang RSUP Wahidin Sudirohusodo, dr Nu‘man AS Daud mengatakan, belum ada pasien anak dengan diagnosa gangguan ginjal akut di rumah sakit itu. Nu’man menyebut penyakit itu misterius, sehingga pemerintah mengambil langkah antisipasi.
“Sampai saat ini RSUP Wahidin belum merawat pasien tersebut. Ini memang kasus khas, gejalanya seperti demam, batuk, diare dan tiba-tiba kencing berkurang atau tidak bisa kencing,” beber dia.
Meski belum mendapati pasien anak dengan diagnosa gagal ginjal akut, rumah sakit rujukan ini tetap membentuk tim khusus. “Tim Khusus yang dibentuk, beranggotakan dokter-dokter spesialis, terutama dokter ginjal pada anak kemudian dokter spesialis patologi klinik dan beberapa perawat yang mengetahui terkait penanganan anak,” katanya.
Tim ini kata dia, untuk mengantisipasi jika ada rujukan secara besar-besaran. Apalagi RSUP Wahidin merupakan rumah sakit rujukan untuk Indonesia Timur.
Selaku Ketua Timsus, Nu’man mengimbau kepada seluruh orang tua agar betul-betul memperhatikan makanan anaknya. Apabila anak-anak tiba-tiba tidak bisa kencing disertai demam, diare hingga sesak napas agar segera dibawa ke rumah sakit.
“Sebaiknya pada anak umur usia di bawah 6 tahun apapun keluhannya pada saat ini untuk tidak diberikan obat dalam bentuk sirop, karena kita tahu ada indikasi, sirop pada anak-anak mengandung sesuatu zat yang bisa mengganggu ginjal sampai saat itu juga masih dilarang,” tandasnya.
Kepala Dinkes Sulsel Rosmini membenarkan sempat adanya data yang dikeluarkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengenai satu anak diduga mengalami gangguan ginjal akut. Hanya, hal tersebut belum bisa dipastikan karena mereka belum mendapatkan data resmi.
“Ada satu memang dari bulan Juli, tapi belum resmi dia (IDAI) kirim. Sejak itu belum ada tambahan,” ujarnya kepada wartawan di Hotel Claro Makassar.
Meski data tersebut belum resmi, Rosmini mengaku mengetahui anak tersebut pernah dirawat di RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar. Hanya, ia tidak mengetahui asal usul anak tersebut.
“Sudah keluar, nanti saya cek dulu ya. Yang jelas dia masuk sejak Juli,” kata dia.
Sementara terkait surat edaran Kementerian Kesehatan, Rosmini mengaku sudah menyebarkannya ke 24 kabupaten/kota. Langkah tersebut agar mengantisipasi kasus gangguan ginjal akut pada anak.
“Kita juga sosialisasikan secara bersama, jangan dulu minum paracetamol sirup, karena diduga yah ini belum pasti drop dari anak kita,” kata dia.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan surat edaran terkait gagal ginjal akut atipikal yang menyerang anak-anak. Sebagai antisipasi, Kemenkes menginstruksikan semua apotek agar tidak menjual obat bebas ataupun obat bebas terbatas dalam bentuk cair dan sirup untuk sementara waktu.
Selain itu, dokter dan tenaga kesehatan juga dilarang memberikan resep obat sirop atau cair. Larangan ini berlaku sampai ada pengumuman resmi dari pemerintah.
Instruksi tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor SR.01.05/III/3461/2022 tentang Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) Pada Anak, diteken Plt Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Murti Utami pada Selasa (18/10). [yan]
Baca juga:
Menkes Klaim Sudah Temukan Obat Gagal Ginjal Akut pada Anak
Satgas Pangan Polri Ikut Pelototi Penjualan Obat Sirop Mengandung Etilen Glikol
Dokter: Gagal Ginjal Akut Misterius Bisa Terjadi Pada Anak Tanpa Komorbid
Orang Tua Jangan Panik, Ini yang Harus Dilakukan Bila Anak Terlanjur Minum Obat Sirop
Heru Pastikan 5 Obat Sirop Mengandung Etilen Glikol Tidak Beredar di DKI
Pastikan Obat Sirop Tidak Beredar, Polres Bogor Inspeksi Toko Obat
Advertisement
Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami
Siap-Siap, Kepala Daerah Sudah Diminta untuk Naikkan Harga Gas Elpiji 3 Kg
Ilmuwan Ungkap Keberadaan Lubang Hitam Terdekat, Ini Jaraknya dari Bumi
INFOGRAFIS: Menyaksikan 1 Jam 24 Menit Gerhana Bulan Total
Ilmuwan Temukan Mimpi Buruk Bisa Diredam dengan Alunan Piano
Polisi Ungkap Video Porno Kebaya Merah Merupakan Pesanan
Belajar dari Media Sosial, Dua Pelaku Cetak dan Edarkan Uang Palsu
Saksi Ceritakan Kondisi Ferdy Sambo Usai Bharada E Tembak Brigadir J
Bandana Atta Halilintar Hasil Lelang Rp 2,2 Miliar Disita Atas Kasus Reza Paten
Biaya Operasional Besar, Masjid Sheikh Zayed Solo Bakal Dikelola Kemenag
Ribuan Obat Sirop Produksi Afi Farma di Tangerang Ditarik
Sejoli Pemeran Kebaya Merah juga Bikin Video Porno Berjudul Tiga Lawan Satu
Kejagung Tetapkan Dirut Swasta Tersangka Baru Korupsi Waskita Beton
Sekjen PDIP: Kita Tak Boleh Terlalu Penurut dalam Konteks Politik Pertahanan
Banjir di Aceh Tamiang Surut, Jalur Banda Aceh-Medan Kembali Bisa Dilalui
Komisi III: Polri jadi Lembaga Terbaik ke-5 Versi Gallup Global
Hilang di Pantai Jungwok Gunungkidul, Wisatawan Asal Sleman Ditemukan Tewas
Gibran dan Partai Gerindra Saling Sapa di Twitter, Kode Apa?
Seorang Polisi di Aceh Tega Perkosa Gadis Keterbelakangan Mental
Baik Banget! Aksi Simpatik Polisi Antar Bocah Patah Tulang ke RS Saat Patroli
Mengenal Sosok Ustaz Jenderal, Pati Polri Bintang Satu yang Sibuk Berdakwah
Dianggap Kooperatif, 2 Tersangka Kasus Berdendang Bergoyang Tak Dikenakan Wajib Lapor
Bantahan Lengkap Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Atas Kesaksian Mantan Ajudan
Saksi Ceritakan Kondisi Ferdy Sambo Usai Bharada E Tembak Brigadir J
Saksi Ungkap Brigadir J Sempat Todongkan Senjata ke Foto Ferdy Sambo
Cecar ART Susi soal Kuat Ancam Yosua, Hakim: Kemarin Saudara Bilang Begitu
Bantahan Lengkap Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Atas Kesaksian Mantan Ajudan
Saksi Ceritakan Kondisi Ferdy Sambo Usai Bharada E Tembak Brigadir J
Saksi Ungkap Brigadir J Sempat Todongkan Senjata ke Foto Ferdy Sambo
Cecar ART Susi soal Kuat Ancam Yosua, Hakim: Kemarin Saudara Bilang Begitu
Bantahan Lengkap Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Atas Kesaksian Mantan Ajudan
Saksi Ceritakan Kondisi Ferdy Sambo Usai Bharada E Tembak Brigadir J
Saksi Ungkap Brigadir J Sempat Todongkan Senjata ke Foto Ferdy Sambo
Efek Samping Vaksin Merah Putih: Demam, Nyeri Otot dan Sakit Kepala
BPOM Resmi Izinkan Penggunaan Vaksin Covid-19 Merah Putih Inavac
Gelandang Persib Berharap Segera Ada Kepastian Liga 1
Liga 1: Berlatih dengan Rutin, Kebugaran Pemain Persikabo 1973 Terjaga
Advertisement
Advertisement
Sederet Kesaksian di Persidangan yang Patahkan Skenario Ferdy Sambo
Cerita Mereka yang Memilih Hidup Tanpa Media Sosial
Kesaksian Lengkap Sopir Ambulans Bawa Jasad Yosua dari Rumah Ferdy Sambo ke RS Polri
Muhammad Rahmat Yananda
Pemilu 2024 dan Visi Indonesia 2045
Angkie Yudistia
Kekerasan Seksual Terhadap Penyandang Disabilitas Memiliki Kerentanan Tinggi
Hifsila Bintang Fortuna
Hadirnya Perma No 13/2016 Sebagai Pedoman Penanganan Pidana Oleh Korporasi
100 USDT
Thanks for sharing. I read many of your blog posts, cool, your blog is very good.
binance
I don’t think the title of your article matches the content lol. Just kidding, mainly because I had some doubts after reading the article.