TIMESINDONESIA, BANDUNG – Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat menggelar sosialisasi panduan verifikasi dan validasi data keluarga berisiko stunting tingkat Provinsi Jabar kepada para pengelola data di seluruh kabupaten kota se-Jabar.
Kepala Perwakilan BKKBN Jabar, Wahidin menjelaskan, dari hasil pendataan keluarga 2021, ada 4.459.769 keluarga berisiko stunting atau 33,57% dari jumlah keluarga terdata. 
Mengingat Pendataan Keluarga telah dilaksanakan satu tahun yang lalu, maka data-data yang terekam dalam hasil PK21 tentu saja sudah mengalami perubahan.
"Diperlukan adanya proses pemutakhiran serta verifikasi dan validasi data agar dapat mengetahui kondisi terkini dari setiap keluarga sasaran," jelas Wahidin di Bandung, Selasa (17/5/2022).
Menurut Wahidin,verifikasi dan validasi ini jadi bagian yang sangat penting untuk melakukan update data keluarga sasaran. "Terutama keluarga-keluarga yang teridentifikasi berisiko stunting", tandas Wahidin.
Selain itu, tujuan utama pemutakhiran data ini adalah untuk memperoleh data sasaran yang valid dan akurat yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan penajaman sasaran maupun intervensi program, khususnya terhadap keluarga berisiko stunting.
Sosialisasi Panduan Verval Data Keluarga Berisiko Stunting ini dihadiri peserta Kepala Bidang, Kepala Seksi dan Operator Data dari 27 Kabupaten Kota Se-Jawa Barat. Kegiatan ini juga diikuti oleh Satgas Percepatan Penurunan stunting Perwakilan BKKBN Jabar.(*)
**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.
10/11/2021 – 09:39
Copyright 2014 – 2022 TIMES Indonesia. All Rights Reserved.
Page rendered in 0.2565 seconds. Running in Unknown Platform