KARANGANYAR – Sebanyak 200-an bidan di 21 puskesmas difasilitasi sepeda motor kendaraan operasional, Selasa (1/3). Penyerahan kendaraan dinas ini dilakukan langsung oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono.
Bupati menjelaskan, pemberian kendaraan operasional sebagai bentuk apresiasi karena pada bidan berjuang keras dalam mengendalikan penyakit di masyarakat, khususnya dalam penanganan Covid-19.
”Dulu itu hanya kita berikan sekitar 21 unit untuk 21 puskesmas. Karena sebelumnya sempat tertunda lantaran tidak ada anggaran. Kemudian baru tahun ini diberikan, jumlahnya sekitar 200-an kendaraan,” terang bupati.
Yuli sapaan akrab Bupati Karanganyar mengharapkan agar bidan desa bisa lebih giat dan cepat mengatasi permasalahan kesehatan di wilayah masing-masing.
”Butuh penggerak untuk bisa menyehatkan masyarakat, bagaimana cara mengatasi persoalan kesehatan harus cepat, proses pendataan bagaimana, penanganan kesehatan itu harus cepat, terutama dalam angka kematian ibu dan anak,” tegas bupati.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar Purwati mengaku, pengadaan kendaraan dinas bidan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karanganyar 2022.
”Tahun ini kami salurkan sekitar 198 kendaraan sepeda motor. Kemudian tahun lalu juga sudah kami berikan 21 kendaraan. Harapannya teman-teman bisa lebih bersemangat dan giat dalam mengatasi persoalan kesehatan di wilayah,” kata Purwati.
Adapun kendaraan yang diberikan jenis Yamaha Lexi dengan harga kisaran Rp 20 juta sampai Rp 21 juta. Jika dikalikan dengan pemberian kendaraan tersebut, maka untuk pengadaan kendaraan tersebut, pemerintah mengeluarkan anggaran sebesar kurang lebih Rp 4 miliar. (rud/adi/dam)
KARANGANYAR – Sebanyak 200-an bidan di 21 puskesmas difasilitasi sepeda motor kendaraan operasional, Selasa (1/3). Penyerahan kendaraan dinas ini dilakukan langsung oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono.
Bupati menjelaskan, pemberian kendaraan operasional sebagai bentuk apresiasi karena pada bidan berjuang keras dalam mengendalikan penyakit di masyarakat, khususnya dalam penanganan Covid-19.
”Dulu itu hanya kita berikan sekitar 21 unit untuk 21 puskesmas. Karena sebelumnya sempat tertunda lantaran tidak ada anggaran. Kemudian baru tahun ini diberikan, jumlahnya sekitar 200-an kendaraan,” terang bupati.
Yuli sapaan akrab Bupati Karanganyar mengharapkan agar bidan desa bisa lebih giat dan cepat mengatasi permasalahan kesehatan di wilayah masing-masing.
”Butuh penggerak untuk bisa menyehatkan masyarakat, bagaimana cara mengatasi persoalan kesehatan harus cepat, proses pendataan bagaimana, penanganan kesehatan itu harus cepat, terutama dalam angka kematian ibu dan anak,” tegas bupati.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar Purwati mengaku, pengadaan kendaraan dinas bidan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karanganyar 2022.
”Tahun ini kami salurkan sekitar 198 kendaraan sepeda motor. Kemudian tahun lalu juga sudah kami berikan 21 kendaraan. Harapannya teman-teman bisa lebih bersemangat dan giat dalam mengatasi persoalan kesehatan di wilayah,” kata Purwati.
Adapun kendaraan yang diberikan jenis Yamaha Lexi dengan harga kisaran Rp 20 juta sampai Rp 21 juta. Jika dikalikan dengan pemberian kendaraan tersebut, maka untuk pengadaan kendaraan tersebut, pemerintah mengeluarkan anggaran sebesar kurang lebih Rp 4 miliar. (rud/adi/dam)
Penerbit : PT Surakarta Intermedia Pers
Alamat : Jalan Kebangkitan Nasional Nomor 37 Surakarta