Friday, 10 Rabiul Akhir 1444 / 04 November 2022
Friday, 10 Rabiul Akhir 1444 / 04 November 2022
Selasa 01 Nov 2022 21:25 WIB
Rep: lilis sri handayani/ Red: Hiru Muhammad
Dompet Dhuafa bersama Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) mengajak puluhan mualaf melakukan care visit ke Keraton Kasepuhan Cirebon.
REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON — Dompet Dhuafa bersama Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) mengajak puluhan mualaf melakukan care visit ke Keraton Kasepuhan Cirebon, pada Jumat (28/10). Care visit itu menjadi salah satu agenda dari program Rihlah Mualaf dan Gerakan Cinta Sejarah Islam.
Pada care visit itu, Dompet Dhuafa mengajak 35 mualaf, yang dibimbing langsung oleh para dai Cordofa, untuk melihat jejak sejarah keraton/kerajaan Islam di Cirebon.
Tidak hanya sejarah keraton, sejarah Islam pun dijelaskan oleh para tour guide dari Keraton Kasepuhan. Mulai dari awal sejarah masuknya Islam ke Indonesia, hingga sejarah Syarif Hidayatullah atau yang dikenal Sunan Gunung Jati
Di Keraton Kesepuhan Cirebon itu, masih tersimpan berbagai peninggalan zaman kesultanan, mulai dari bangunan, baju perang, bahkan pakaian yang dahulu digunakan oleh para sultan. Barang-barang sejarah itu dijaga dengan baik sehingga setiap orang yang datang dapat melihat dan mengetahui sejarah di balik peninggalan tersebut.
Insan Dompet Dhuafa dan Dai Cordofa dengan mualaf juga disambut dengan baik oleh pihak Keraton Kasepuhan. Bahkan, mereka disambut dengan sebuah acara seremonial oleh pihak Keraton Kasepuhan.
Patih Sepuh Keraton Kasepuhan, Pangeran Raja Goemelar Soeriadiningrat mengatakan, sangat senang dengan kedatangan rombongan Dompet Dhuafa. Dia berharap, para peserta rombongan bisa mempelajari dan meng-eksplore sejarah atau peradaban Islam yang masih ada di Keraton Kasepuhan Cirebon.
‘’Saya mengucapkan terima kasih mewakili keluarga besar keraton Cirebon atas berkenannya ibu-ibu dan bapak-bapak hadir ke Keraton Kasepuhan Cirebon,’’ kata Patih Goemelar.
Sementara itu, General Manager Layanan Sosial Jupetra Panji Utama, mengatakan, Dompet Dhuafa berharap agar ada ilmu atau pelajaran yang diambil sehingga tidak sia-sia.‘’Semoga dengan diadakannya kunjungan ini turut menambah keimanan dan keislaman kita semua,’’ katanya, dalam siaran persnya yang diterima Republika, Selasa (1/11/2022).
Ia juga berpesan kepada para mualaf untuk tidak menyandang sebutan mualaf terlalu lama. Bila perlu, harapnya, dalam waktu dua bulan, dasar-dasar Islam sudah mampu dipelajari dan dilaksanakan sebagaimana seorang muslim.
Dalam acara itu, dilakukan juga serah terima donasi program reviltalisasi cat tembok dan alat kebersihan untuk museum pusaka, langgar agung, dan langgar alit Keraton Kasepuhan Cirebon oleh Dompet Dhuafa. Usai acara ditutup, para insan Dompet Dhuafa dan Cordofa bersama mualaf dan donatur melakukan bakti sosial di sekitar Keraton Kasepuhan.
Dapatkan Update Berita Republika
Gejala Pertama Kolesterol Tinggi: Kejang di Kaki
Work From Home Bisa Lemahkan Tubuh dan Tulang
Apakah Badai Sitokin Saat COVID-19 Sebabkan Gagal Ginjal Akut?
Anak yang Terpapar Kafein Saat Masih di Dalam Kandungan Cenderung Berperawakan Pendek
Dokter: Tak Perlu Ragu Ikut Program Bayi Tabung Demi Punya Momongan
Korporasi
Ketua Umum Kadin mengundang Paus Fransiskus berkunjung ke Indonesia tahun depan.
Umum
Menurut Brigjen Hamim, yang mengeluarkan plat nomor adalah Polda Metro Jaya.
Aplikasi
Google Play Games juga telah hadir di berbagai negara.
Korporasi
Kementerian PUPR telah merancang pembangunan infrastruktur IKN dilaksanakan bertahap.
Islam Nusantara
Indonesia masih membutuhkan setidaknya 1.000 rumah sakit.
5 PHOTO
2 PHOTO
3 PHOTO
2 PHOTO
3 PHOTO
Jumat , 04 Nov 2022, 05:31 WIB
Kamis , 03 Nov 2022, 21:03 WIB
Phone: 021 780 3747
Fax: 021 799 7903
Email:
newsroom@rol.republika.co.id (Redaksi)
sekretariat@republika.co.id (Redaksi)
marketing@republika.co.id (Marketing)
Copyright © 2018 republika.co.id, All right reserved