Ambon, Tribun-Maluku.com: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Sarles Brabar, SE. M.Si membuka dengan resmi kegiatan Orientasi Peningkatan Kapasitas Pelayanan KB bagi Tenaga Kesehatan di Faskes Jaringan dan Jejaring, bertempat di hotel Marina Ambon, Senin kemarin (1/11/2022).
Dalam sambutannya Sarles Brabar mengatakan, Pelayanan KB merupakan salah satu intervensi untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak serta sebagai upaya percepatan penurunan stunting, maka berbagai upaya mesti dilaksanakan termasuk orientasi guna meningkatkan kapasitas tenaga pengelola dan pelaksana pelayanan KB di faskes terutama dalam hal pencatatan dan pelaporan pelayanan kontrasepsi.
Tribun Maluku | Berita Maluku Terkini -

Menurutnya, dalam tahun ini ada berbagai momentum yang telah dilaksanakan dalam meningkatkan capaian peserta KB diantaranya, TMMD, Gebyar pelayanan KB dalam rangka HUT IBI, Pelayanan sejuta Akseptor (PSA), TMKK dan hari Kontrasepsi sedunia.
Untuk pelayanan sejuta akseptor Maluku masuk sebagai salah satu provinsi terbaik capaian dengan target < 1.000, dengan total capaian maluku untuk semua jenis kontrasepsi sejumlah 5.060 akseptor, capaian TMMD 683 akseptor untuk Kota Ambon capaian TMKK sebanyak 16.583 untuk semua jenis kontrasepsi.
Di sisi lain, capaian yang berhasil dilaporkan pada aplikasi New Siga sampai dengan Oktober 2022 baru mencapai 5.930 atau 18 persen dari target untuk KB baru, peserta ganti cara 2.928 dan ulangan sebanyak 21.203, atau sebanyak 17 persen dari target PA.
“Jika kita akumulasi seluruh capaian dalam rangka momentum sebanyak 22.326 sementara akumulasi capaian di New Siga sebanyak 30.061, dan jika ini sudah termasuk capaian yang dilakukan kabupaten/kota dalam penggerakan BOKB, pelayanan rutin di faskes maupun momentum-momentum lain di kabupaten/kota, maka perlu upaya kerja keras untuk mencapai target PPM KB Baru yang telah ditetapkan untuk Provinsi Maluku tahun 2022 sebanyak 33.732 PB dan PPM PA sebanyak 177.449 PA,” ulasnya.
Berdasarkan data-data tersebut maka diperlukan orientasi dalam rangka peningkatan kapasitas petugas faskes dan pengelola program di lapangan untuk memperhatikan proses pencatatan dan pelaporan pelayanan kontrasepsi.
Selain itu Sarles Brabar juga menghimbau kepada pengelola program KB di kabupaten/kota agar lebih memperhatikan proses pencatatan dan pelaporan pelayanan KB di aplikasi New Siga, karena aplikasi New Siga sebagai barometer dalam mengukur capaian kinerja peningkatan kesertaan ber-KB baik KB baru maupun KB aktif.
Dikatakan, tanggung jawab yang sedang dilaksanakan secara konvergen yaitu percepatan penurunan stunting, maka strategi BKKBN dalam percepatan penurunan stunting salah satunya yaitu peningkatan kesertaan ber- KB terutam KB pasca salin agar terwujud 1000 Hari Pertama Kehidupan.
Fasilitas Kesehatan yang merupakan tempat pelayanan KB harus diperhatikan terkait sarana dan prasarana pelayanan KB serta ketersediaan tenaga provider kompeten dalam pelayanan KB terutama KB Implan dan IUD serta kompeten dalam proses pencatatan dan pelaporan. Perlu upaya lebih agar capaian KB dapat di tingkatkan sehingga memberikan dampak terhadap capaian output program secara keseluruhan.
Sementara itu Ketua Panitia penyelenggara Dina Sabandar, SE melaporkan, tujuan dari kegiatan ini adalah; untuk meningkatkan kapasitas tenaga Kesehatan dalam melakukan pelayanan KB di faskes, jaringan dan jejaring.
Yang menjadi sasaran dari kegiatan orientasi peningkatan kapasitas pelayanan KB di faskes, jaringan dan jejaring adalah Kepala OPD Dalduk KB Kabupaten/Kota se- Maluku, Bidang KB OPD Dalduk-KB Kabupaten/Kota se- Maluku, dan Bidan penanggung jawab pelayanan KB di Faskes kabupaten/kota se-Maluku sebanyak 49 orang.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari yaitu tanggal 1 sampai 3 November 2022 itu menghadirkan nara sumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, IBI Provinsi Maluku, dan BKKBN Provinsi Maluku.






Ketik diatas dan tekan Enter untuk mencari. tekanEsc untuk membatalkan.

source