SURYA.CO.ID – Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal tahun ini, 1444 H jatuh pada tanggal 7-8 Oktober 2022.
Walaupun telah berlalu, namun masih ada saja sebagian umat Islam yang menggelar acara peringatan Maulid Nabi, atau peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW.
Lantas sebenarnya peringatan Maulid Nabi sampai kapan?
Ustadz Abdul Somad menjelaskan, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW boleh dilakukan selama Bulan Rabiul Awal yaitu bulan kelahiran Rasulullah.
Bahkan bacaan Maulid Nabi boleh dibaca kapan saja, dengan harapan mendapat syafa’at dari Rasulullah Muhammad SAW.
Baca juga: Sholawat Maulid Nabi Muhammad SAW Tulisan Arab dan Latin
“Bacaan-bacaan Maulid Nabi yang diulang-ulang oleh para habaib dan para alim ulama, yang didengar oleh telinga, maka itu akan terngiang-ngiang waktu kita nanti mau sakaratul maut,” jelas Ustadz Abdul Somad, dikutip dari YouTube Taman Surga. Net tayang pada 28 September 2022.
“Ngapain Maulid lagi, Maulid lagi, Maulid Lagi? Ini kan bukan Rabiul Awal lagi, sudah Jumadil Akhir, Rajab, Sya’ban. Kenapa kalau pertemuan selalu ada baca Maulid? Berharap syafaat Rasulillah SAW,” jelas Ustadz Abdul Somad.
“Mudah-mudahan saat sakaratul maut itu, orang yang suka bersholawat dibantu waktu sakaratul maut, ringan,” tambah Ustadz Abdul Somad.
Lihat video menit 0.30
Amalan di Bulan Maulid Nabi (Rabiul Awal)
Sholawat merupakan amalan yang paling paling utama saat Maulid Nabi.
Ustadz Abdul Somad menyebutkan bahwa sejumlah ibadah bisa jadi tidak sah dan tidak diterima Allah SWT, tanpa membaca sholawat.
Hal itu menunjukkan pentingnya membaca sholawat Nabi.
“Sholat tidak diterima karena tidak baca sholawat, doa tidak sampai gara-gara tidak baca sholawat,” jelas Ustadz Abdul Somad.
Ustadz Abdul Somad lantas menjelaskan supaya doa dikabulkan oleh Allah SWT, ada 4 bacaan yang harus dibaca.
Yaitu ‘Audzubillah (taawudz), Bismillah, Alhamdulillah, sholawat, barulah kemudian membaca doa.
“Orang yang paling dekat dengan Nabi adalah orang yang paling banyak baca sholawat,” ujar Ustadz Abdul Somad.