Wednesday, 8 Rabiul Akhir 1444 / 02 November 2022
Wednesday, 8 Rabiul Akhir 1444 / 02 November 2022

Rabu 19 Oct 2022 19:21 WIB
Rep: dian fath risalah/ Red: Hiru Muhammad
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti menyampaikan per Oktober 2022 sebanyak 246,46 juta jiwa atau kurang lebih 89,35 persen dari seluruh penduduk Indonesia telah terjamin pembiayaan kesehatannya melalui Program JKN.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti  menyampaikan   per Oktober 2022 sebanyak 246,46 juta jiwa atau kurang lebih 89,35 persen dari seluruh penduduk Indonesia telah terjamin pembiayaan kesehatannya melalui Program JKN. 
Dengan semakin besarnya jumlah peserta, akses terhadap layanan di fasilitas kesehatan akan meningkat. Hal ini terlihat dari angka pemanfaatan Program JKN khususnya pasca pandemi yang meningkat, dari 993 ribu pemanfaatan per hari di tahun 2020 meningkat menjadi 1,1 juta pemanfaatan per hari di tahun 2021. 
“Dengan tingginya angka pemanfaatan pelayanan kesehatan tentunya harus didukung oleh mutu fasilitas kesehatan yang baik, diantaranya melalui akreditasi fasilitas kesehatan baik FKTP maupun FKRTL/RS,” kata Ghufron.
Dengan akreditasi, dilengkapi dengan credentialing dan re-credentialing harapannya akan diperoleh standar layanan Kesehatan dan meningkatkan keselamatan pasien. “Lebih lanjut, BPJS Kesehatan juga berupaya mendorong penyesuaian pembiayaan pelayanan kesehatan baik di FKTP dan FKRTL yang sesuai dengan kondisi ekonomi,” kata Ghufron dalam Pertemuan Nasional Fasilitas Kesehatan tahun 2022 di Jakarta, Rabu (19/10/2022).
Menurut Ghufron diperlukannya usaha kesehatan perorangan kegiatan promotif dan preventif untuk menekan angka kesakitan khususnya bagi peserta JKN. BPJS Kesehatan berupaya menyiapkan agar proporsi pembiayaan program promotif dan preventif meningkat. 
Lebih lanjut kemudahan layanan melalui inovasi digitalisasi layanan yang terus diaplikasikan di fasilitas kesehatan, diharapkan mampu meningkatkan kepuasan pada peserta. Saat ini, jumlah fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan terdiri dari 23.518 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 2.852 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan/Rumah Sakit.
Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Abdul Kadir, mendukung upaya penguatan strategic purchasing melalui perluasan akses layanan dengan meningkatkan jumlah fasilitas kesehatan yang bekerja sama. Kadir mengimbau perluasan kerja sama ini juga diiringi dengan kepastian mutu layanan. 
“Dewan Pengawas bersama-sama dengan Direksi berupaya memastikan Program JKN berjalan lebih baik. Selain itu, penguatan engagement dengan fasilitas kesehatan harus terus terjaga. Penerapan berbagai kebijakan ke depan diharapkan mampu mendongkrak mutu serta pemerataan akses layanan,”  kata Abdul Kadir. 
 
 
 
Dapatkan Update Berita Republika
Man City Incar Superkid Dortmund Moukoko
Man United Pantau Pemain Masa Depan Sporting CP Issahaku Fatawu
Layangkan Tawaran Anyar, Wolves Optimis Bisa Segera Rampungkan Kepindahan Lopetegui
Ancelotti Janjikan Real Madrid Tampilkan Performa Puncak Lawan Celtic
Potter Akhirnya Kasihani Kiper Chelsea Era Tuchel, Janji akan Beri Menit Bermain
Jateng Jatim

Tim tersebut dibekali dengan berbagai peralatan tanggap bencana.
Situs Islam

Kaum intelektual silih berganti mengharumkan nama Basra.
Umum

DKI diniali paling representatif digunakan sebagai contoh penyedia angkutan massal.
Umum

Hingga saat ini, Kemenkes masih melarang peredaran ratusan obat sirup.
Mobil

Produk small SUV ini sendiri dikembangkan dari Honda SUV RS Concept
7 PHOTO
5 PHOTO
6 PHOTO
5 PHOTO
5 PHOTO
Rabu , 02 Nov 2022, 00:02 WIB
Rabu , 02 Nov 2022, 19:29 WIB
Phone: 021 780 3747
Fax: 021 799 7903
Email:
newsroom@rol.republika.co.id (Redaksi)
sekretariat@republika.co.id (Redaksi)
marketing@republika.co.id (Marketing)
Copyright © 2018 republika.co.id, All right reserved

source