TIMESINDONESIA, SURABAYA – Gelaran Road to Hijrahfest akan hadir di Jatim Expo Surabaya pada 14-16 Oktober 2022 mendatang.
Arie Untung selaku inisiator Hijrahfest sekaligus penyelenggara acara mengatakan, acara ini melanjutkan kesuksesan event serupa di sejumlah kota-kota besar sebelumnya. Seperti Jakarta, Makassar, Medan, Palu, dan Pekanbaru. Bahkan, Jakarta mencatat perputaran transaksi sangat besar.
"Perputaran uang di Hijrahfest Jakarta capai 28 miliar rupiah," ujar Arie saat press conference di Hotel Namira Surabaya, Selasa (11/10/2022).
Untuk Hijrahfest di Surabaya, Arie berharap nilai transaksi bisa lebih besar dari Hijrafest di Jakarta. Agar manfaat event ini dapat dirasakan oleh seluruh pelaku pameran.
"Ibaratnya kita cuma berikhtiar, kita tidak mau menentukan satu pola angka yang nanti ketika lewat kita sombong, ketika kurang kita frustasi. Kita serahkan semua sama Allah SWT. Kita lillah aja, kita sediakan wadahnya," ucapnya bijak.
Ia juga memiliki keinginan dari Hijrahfest Surabaya, akan terbit pengusaha baru yang mungkin kemarin masih belum ditemukan.
Surabaya sendiri merupakan kota terbesar kedua di Indonesia yang memiliki 85,1% penduduk muslim. Hal tersebut juga ditandai dengan banyaknya pesantren dan lembaga pendidikan Islam di Surabaya dan sekitar Jatim pada umumnya.
Oleh karena itu, Hijrahfest akan digelar di Kota Pahlawan untuk membangkitkan perekonomian UMKM dan meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya gaya hidup halal bagi warga metropolis.
Arie menerangkan, acara yang memadukan dakwah dan perdagangan ini selaras dengan program pemerintah yang ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat produk halal pada 2024.
"Surabaya dan Jawa Timur tentunya memiliki basis umat Islam yang sangat besar. Oleh karenanya dalam persiapannya perlu banyak melakukan treatment berbeda jika dibanding dengan penyelenggaraan Road to Hijrahfest di kota-kota besar lainnya," ucap mantan VJ MTV tersebut.
Hijrahfest bertajuk Surabaya Islamic Festival ini bakal diikuti 150 pengusaha UMKM baik dari sektor makanan, travel, hingga busana muslim. Dan Ari Untung sebagai penggagas acara yang memadukan pameran dan dakwah akan diminati 85,1 persen warga muslim Surabaya dan sekitarnya.
"Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan, menggerakkan, dan membuka potensi halal lifestyle di Surabaya dan sekitarnya melalui 150 stan pameran aneka produk halal baik makanan, moslem fashion, halal travel, beauty dan personal care, keuangan syariah, sampai dengan financial technology," kata Arie Untung.
Dengan rangkaian acara yang akan menghadirkan puluhan ustaz ternama dari Surabaya dan nasional, seperti KH. Cholil Nafis, Gus Ali, Habib Idrus Alaydrus, Ustaz Wijayanto dan Ustaz Oemar Mita dan didukung komunitas muslim. Arie Untung meyakini Surabaya Islamic Festival bakal dihadiri ribuan orang selama tiga hari digelar.
"Kami berharap Insya Allah, Surabaya Islamic Festival ini akan menjadi tonggak sejarah baru dalam menumbuhkan halal lifestyle serta mempererat ukhuwah umat Islam di Surabaya dan sekitarnya yang akan mendorong perkembangan Islam dengan menebar rahmatan lil ‘alamin," pungkasnya.
Dari selebaran yang beredar, Hijrahfest Surabaya Islamic Festival juga bakal dihadiri artis hijrah Musawarah seperti Arie Untung – Fenita Arie, Dude Harlino – Alyssa Soebandono, Mario Irwinsyah, Cupink Topan, Rizky – Ridho, Taqy Malik, Natta Reza – Wardah Maulina, dan pengisi lainnya.
Komitmen Berdayakan Ekonomi Umat
Hijrahfest merupakan langkah besar Arie Untung untuk mendukung pemberdayaan ekonomi umat.
Arie sendiri memiliki komunitas Grahapreneur guna mendukung pelaku UMKM berkembang secara berkelanjutan. Seperti pendanaan dengan skala yang lebih besar yang dikelola bersama Bank Indonesia dan platform digital.
"Ini sudah berjalan di tahun ketiga. Insya Allah ini salah satu targetnya kita mencari potensi-potensi baru juga dari Surabaya," ujarnya.
Ia bersyukur keberadaan Hijrafest menjadi bagian dari pemberdayaan ekonomi umat.
Bahkan, Arie berkolaborsi dengan Bank Indonesia (BI) menggelar Hijrapreneur serta tampil dalam ISEF.
"Kebersamaan dalam target memberdayakan dan juga meningkatkan potensi perekonomian halal Indonesia walaupun sekarang dalam proses, tapi impactnya sudah mulai terasa," kata Arie.
Menurut Global Islamic Index, Indonesia memiliki sifat sosial paling tinggi di dunia. Pada masa pandemi, UMKM banyak yang bertahan karena masyarakat saling bahu membahu.
Oleh karena itu, Hijrafest di Jakarta menyumbang perputaran transaksi sangat tinggi. Paling banyak kontribusi penjualan dari sektor food, garment dan travel.
"Karena ada yang dari garmen kemudian order panjang untuk ekspor. Kemudian ada yang jadi vendor tetap dari bajunya. Travelling juga ada yang umroh ada yang kemudian travel jangka panjang," tuturnya.
Arie optimistis kemampuan perekonomian umat terus ada. "Cuma mungkin kita perlu menyalakan potensi-potensi itu," tambahnya.
Maka dari itu, Arie yakin Hijrahfest Surabaya Islamic Festival ini mendapat sambutan positif dari seluruh elemen masyarakat.(*)
**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.
Copyright 2014-2022 TIMES Indonesia. All Rights Reserved.
Page rendered in 1.134 seconds. Running in Unknown Platform – TI-3